MAKALAH
SEJARAH KEBUDAYAAN KOTA HARAPPA DAN MAHENJO DARO
PENDAHULUAN
Penemuan kebudayaan di sungai India kuno, berawal pada
abad ke-19 (tahun 1870), dan mulai dieksplorasi oleh bangsa Inggris. Hingga
sekarang, penggalian kebudayaan sungai India kuno tidak pernah berhenti, bahkan
menemukan lagi sebuah aliran sungai kuno lainnya, pada dua sisi aliran sungai
kuno ini tidak sedikit ditemukan juga peninggalan kuno lainnya.
Di abad 20, awal tahun 1980-an, Amerika dan Pakistan
membentuk Lembaga Arkeologi Amerika-Pakistan, dan dengan demikian pekerjaan
arkeologi semakin maju.
Peradaban Sungai Indus, 2800 SM–1800
SM,
merupakan sebuah peradaban kuno yang hidup sepanjang Sungai
Indusdan Sungai
Ghaggar-Hakra yang sekarang Pakistan dan India barat.
Kedua lembah ini mewakili dua kota peninggalan kuno
yang paling penting dan paling awal dalam peradaban sungai India, yakni Kota
Mohenjodaro yang sekarang letaknya di Provinsi Sind, Pakistan, dan Kota Harappa
di Provinsi Punjab, timur laut Pakistan. Ketika itu, kawasan ini dihuni oleh
bangsa Dravida.
Beberapa sumber mengatakan bahwa Mohenjo-daro dan Harappa
terletak di India, tetapi pada tahun 1947, berada dibawah naungan Department of
Archaeology and Museums, Government of Pakistan.
Peradaban ini sering juga disebut sebagai Peradaban
Harappan Lembah Indus, karena kota penggalian pertamanya disebut Harappa, atau juga Peradaban Indus
Sarasvati karena Sungai Sarasvati yang mungkin kering pada akhir 1900
SM. Pemusatan terbesar dari Lembah Indus berada di timur Indus, dekat wilayah
yang dulunya merupakan Sungai Sarasvati kuno yang pernah mengalir.
KAJIAN LITERATUR DAN MASALAH
2.1 Peradaban di Sungai India Kuno
Peradaban Lembah Sungai Indus
Letak Geografis
Di sebelah Utara berbatasan dengan China yang dibatasi
Gunung Himalaya
Selatan berbatasan dengan Srilanka yang dibatasi
oleh Samudera Indonesia
Barat berbatasan dengan Pakistan
Timur berbatasan dengan Myanmar dan Bangladesh
Peradaban sungai Indus (2500 SM)
Kebudayaan kuno India ditemukan di kota tertua India
yaitu daerah Mohenjodaro dan Harappa .
Penduduk Mohenjodaro & Harappa adalah bangsa
Dravida
Pada abad 16 SM, bangsa Arya (pengembara) datang ke
India secara bergelombang dan menetap di dataran rendah Sungai Gangga dan
Sungai Yamuna.
Akibat kedatangan bangsa Arya maka penduduk asli
menjadi golongan manusia yang paling rendah yaitu kasta Syudra. Pembagian kasta
oleh bangsa Arya dimaksudkan supaya tidak terjadi percampuran antara penduduk
asli dan bangsa Arya.
Kasta dibagi menjadi 4 strata yaitu :
1) Kasta Brahmana, para pendeta
2) Kasta Ksatrya, Raja dan tentara (Arya)
3) Kasta Waisya, pedagang dan penguasa
4) Kasta Syudra, buruh dan petani
Selain itu terdapat juga Golongan Paria yaitu golongan
tanpa kasta yang sangat hina dan menyedihkan.
Konsep Kepercayaan
1) Agama Hindu
Kepercayaan bangsa Arya adalah Hindu. Kitab sucinya
Weda.
Dewa Terpenting agama Hindu adalah :
Brahma, dewa pencipta alam
Wisynu, dewa pemelihara Alam
Syiwa, dewa perusak alam
Falsafah Hindu yaitu “Uppanisad” pada intinya
membahas hubungan antara Brahman dan Atman. Brahman sumber kesucian dan
kebersihan sedangkan Atman adalah manusia.
2) Agama Budha
Lahirnya agama Budha merupakan reaksi terrhadap agama
Hindu, yang dipelopori oleh Sidharta Gautama (566-486 SM), anak Shidodana, Raja
Kapilawastu Nepal.
Agama Budha berkembang pesat pada masa Raja
Asyoka (3 SM) hingga menyebar ke Srilanka, China, Jepang, Thailand, Kamboja,
dan Indonesia.
Kesusastraan
Kesusatraan India yang terkenal adalah kisah Mahabrata
dan Ramayana, yang berisi tentang perang antara Pandawa dan Kurawa.
Peradaban Lembah Sungai Gangga
Pusat Peradaban
Lembah Sungai Gangga terletak antara Pegunungan
Himalaya dan Pegunungan Windya-Kedna. Sungai itu bermata air di Pegunungan
Himalaya dan mengalir melalui kota-kota besar seperti Delhi, Agra, Allahabad,
Patna, Benares, melalui wilayah Bangladesh dan beruaram di teluk Benggala.
Sungai Gangga bertemu dengan sungai Kwen Lun. Dengan keadaan alam seperti ini
tidak heran bila Lembah Sungai Gangga sangat subur.
Pendukung peradaban Lembah Sungai Gangga adalah bangsa
Aria yang termasuk bangsa Indo German. Mereka datang dari daerah Kaukasus dan
menyebar ke arah timur. Bangsa Aria memasuki wilayah India antara tahun
2000-1500 SM, melalui celah Kaiber di pegunungan Himalaya. Mereka adalah bangsa
peternak dengan kehidupannya terus mengembara. Tetapi setelah berhasil
mengalahkan bangsa Dravisa di Lembah Sungai Shindu dan menguasai daerah yang
subur, mereka akhirnya bercocok tanam dan hidup menetap. Selanjutnya mereka
menduduki Lembah Sungai Gangga dan terus mengembangkan kebudayaannya.
Pada dasarnya peradaban dan kehidupan bangsa Hindu
telah tercantum dalam kitab suci Weda (Weda berarti pengetahuan), juga dalam
kitab Brahmana dari Upanisad. Ketiga kitab itu menjadi dasar kehidupan
orang-orang Hindu.
Kitab suci Weda merupakan kumpulan dari hasil
pemikiran para pendeta (Resi). Pemikiran-pemikiran para pendeta (Resi) itu
dibukukan oleh Resi Wiyasa. Empat bagian Kitab Weda
Reg-Weda, berisi syair-syair pemujaan kepada
dewa-dewa.
Sama-Weda, memuat nyanyian-nyanyian yang dipergunakan
untuk memuja dewa-dewa.
Yayur-Weda, memuat bacaan-bacaan yang diperlukan untuk
keselamatan.
Atharwa-Weda, memuat ilmu sihir untuk menghilangkan
marabahaya.
Keempat buku itu ditulis pada tahun 550 SM dalam
bahasa Sansekerta. Ajaran agama Hindu memuja banyak dewa (polytheisme). Dewa
utama yang dipuja dalam agama Hindu adalah Dewa Brahma sebagai pencipta, Dewa
Wisnu sebagai pemelihara atau pelindung, Dewa Siwa sebaga pelebur
(pembinasa/penghancur). Di samping itu, juga dipuja dewa-dewa seperti Dewi
Saraswati (Dewi Kesenian), Dewi Sri (Dewi Kesuburan), Dewa Baruna (Dewa Laut),
Dewa Bayu (Dewa Angin), Dewa Agni (Dewa Api), dan lain-lain.
Umat Hindu yang ada di India berjiarah ke
tempat-tempat suci seperti kota Benares, yaitu sebuah kota yang dianggap
sebagai tempat bersemayamnya Dewa Siwa.
Sungai Gangga juga dianggap keramat dan suci oleh umat
Hindu. Menurut kepercayaan umat Hindu India, “air Sungai Gangga” dapat
menyucikan diri manusia dan menghapus segala dosa.
Agama Budha muncul ketika beberapa golongan menolak
dan menentang pendapat kaum Brahmana. Golongan ini dipimpin oleh Sidharta
Gautama (531 SM).
Sidharta Gautama adalah putera mahkota dari kerajaan
Kapilawastu (Suku Sakia). Ia termasuk kasta Ksatria. Setelah kurang lebih tujuh
tahun mengalami berbagai cobaan berat, penyesalan dan penderitaan, akhirnya ia
mendapatkan sinar terang di hati sanubarinya dan menjadilah Sidharta Gautama
Sang Budha (artinya Yang Disinari).
Pertama kali Sang Budha berkotbah di Taman Rusa
(Benares). Agama Budha tidak mengakui kesucian kitab-kitab Weda dan tidak
mengakui aturan pembagian kasta di dalam masyarakat. Oleh karena itu ajaran
agama Budha sangat menarik bagi golongan kasta rendah. Kitab suci agama Budha
bernama Tripitaka (Tipitaka).
Pemerintahan
Kerajaan Gupta didirikan oleh Raja Candragupta I
(320-330 M) dengan pusatnya di lembah Sungai Gangga. Kerajaan Gupta mencapai
masa yang paling gemilang ketika Raja Samudra Gupta (cucu Candragupta I)
berkuasa. Ia menetap di kota Ayodhia sebagai ibu kota kerajaannya.
Raja Samudragupta digantikan oleh anaknya yang bernama
Candragupta II (375-415 M). Candragupta II terkenal sebagai Wikramaditiya. Pada
masa pemerintahan Candragupta II terkenal seorang pujangga yang bernama
Kalidasa dengan karangannya berjudul Syakuntala.
Setelah meninggalnya Candragupta II, kerajaan Gupta
mulai mundur. Bahkan berbagai suku bangsa dari Asia Tengah melancarkan serangan
terhadap kerjaan Gupta. Maka hampir dua abad, India mengalami masa kegelapan
dan baru pada abad ke-7 M tampil seorang raja kuat yang bernama Harshawardana.
Ibu kota Kerajaan Harsa adalah Kanay. Pujangga yang
terkenal di masa kekuasaan Harshawardana bernama pujangga Bana dengan buku
karangannya berjudul Harshacarita.
Setelah masa pemerintahan Raja Harshawardana hingga
abad ke-11 M tidak pernah diketahui adanya raja-raja yang berkuasa. India
mengalami masa kegelapan.
Bentuk Kebudayaan Lembah Sungai Gangga
Kebudayaan Lembah Sungai Gangga merupakan campuran antara
kebudayaan bangsa Arya dengan kebudayaan bangsa Dravida. Kebudayaan ini lebih
dikenal dengan kebudayaan Hindu. Daerah-daerah yang diduduki oleh bangsa
Indo-Arya sering disebut dengan Arya Varta (Negeri Bangsa Arya) atau Hindustan
(tanah milik bangsa Hindu). Bangsa Dravida mengungsi ke daerah selatan,
kebudayaannya kemudian dikenal dengan nama kebudayaan Dravida.
2.2
Kota Mohenjo-daro dan Harappa
Mohenjo-daro adalah salah satu situs dari
sisa-sisa permukiman terbesar dari Kebudayaan
Lembah Sungai Indus, yang terletak di propinsi Sind, Pakistan. Dibangun pada sekitar tahun 2600 SM,
kota ini adalah salah satu permukiman kota pertama di dunia, bersamaan dengan
peradaban Mesir
Kuno, Mesopotamia dan Yunani
Kuno.
Reruntuhan bersejarah ini dimasukkan oleh UNESCO ke dalam Situs Warisan Dunia. Arti dari Mohenjo-daro adalah “Bukit
orang mati”. Seringakali kota tua ini disebut dengan “Metropolis Kuno di Lembah
Indus”.
Mohenjo-daro terletak di Distrik Larkana sekitar 28 km
dari Larkana and 107 km dari sukkur. 27o 19‘ 30.36“ Bujur
Utara and 68o 08‘ 08.77” Bujur
Timur.
Benda-benda yang ditemukan: huruf, bangunan,
perhiasan, alat rumah tangga, permainan anak-anak yang sudah dihiasi berbagai
seni gambar dan seni ukir yang indah, mereka telah mengenal biantang: gajah,
unta, kerbau, anjing. Berdasarkan benda-benda yang ditemukan di Mohenjodaro,
maka dapat disimpulkan bahwa peradaban Lembah Sungai Indus di Mohenjodaro sudah
sangat tinggi.
Menurut penentuan karbon 14, keberadaan kedua kota ini
seharusnya adalah antara tahun 2000 hingga 3000 sebelum masehi, lagi pula kota
Harappa mengekskavasi perkakas batu 10 ribu tahun lampau. Luasnya kurang lebih
25 km persegi.
Harappa ialah sebuah kota di Punjab, timur laut Pakistan sekitar 35 km tenggara Sahiwal. Kota ini terletak di bantaran
bekas Sungai Ravi. Munculnya peradaban Harappa lebih awal
dibanding kitab Veda, saat itu bangsa Arya belum sampai India. Waktunya adalah
tahun 2500 sebelum masehi, bangsa Troya mendirikan kota Harappa dan
Mohenjondaro serta kota megah lainnya didaerah aliran sungai India. Kota
modernnya terletak di sebelah kota kuno ini, yang dihuni antara tahun 3300 hingga 1600
SM.
Di kota ini banyak ditemukan relik dari masa Budaya Indus, yang juga terkenal sebagai budaya
Harappa. Harappa memiliki lay-out kota yang sangat canggih.
Benda-benda yang ditemukan: arca-arca, patung (terra
cotta) yang diukir seperti bentuk wanita telanjang dengan dada terbuka. Ukiran
itu member makna bahwa ibu merupaka sumber kehidupan; alat dapur dari tanah
liat, periuk belanga, pembakaran dari batu keras (masih kuat sampai sekarang);
sebuah patung pohon disamping dewa (gambaran kesucian pohon bodhi tempat
Sidharta menerima wahyu) beberapa ratus tahun kemudian; arca-arca yang
melukiskan lembu yang menyerang harimau; lembu yang bertanduk, sebagai gambaran
bahwa mereka sangat mensuckan binatang. Hal ini tampak ketika masyarakat India
mensucikan sapi sampai sekarang.
Awal abad ke-20, arkeolog Inggris Sir John H Marshall
mengekskavasi kota kuno Mohenjondaro dan Hara. Hasilnya tingkat kesibukan dan
keramaian kedua kota tersebut membuat Marshall terkejut. Ini adalah bekas ibukota
dua negara merdeka pada jaman peradaban sungai India antara tahun 2350-1750
sebelum masehi, penelitian lebih lanjut menghasilkan perhitungan, dua kota
masing-masing terdapat sekitar 30 hingga 40 ribu penduduk, lebih banyak
dibanding penduduk kota London yang paling besar pada abad pertengahan.
Dari hasil penelitian lebih lanjut, diketahui kedua
kota kuno tersebut dibagi dua bagian, yaitu kota pemerintahan dan kota
administratif.
Kota administratif adalah daerah permukiman, tempat
tinggal yang padat dan jalan raya yang silang menyilang, kedua sisi jalan
banyak sekali toko serta pembuatan barang-barang tembikar. Sementara kota
pemerintahan adalah wilayah istana kerajaan yang dikelilingi oleh pagar tembok
yang tinggi besar dan menara gedung.
Masyarakat yang bermukim di kedua kota kuno ini
diketahui telah mengenal sistem saluran air bawah tanah yang sempurna dengan
menggunakan bata. Puing-puing menunjukkan Mohenjodaro dan Harappa merupakan
sebuah kota yang mempunyai rancangan bangunan di sekeliling ruang lingkup
tertentu, kurang lebih menggunakan bahan yang sama, segalanya sangat teratur,
bahwa pada 3000 SM, orang-orang membangun kota dengan skala yang sedemikian
memperlihatkan tingginya peradaban mereka.
Jalan-jalannya lurus sehingga membentuk blok-blok
pemukiman berbentuk segi empat. Sudah ada sistem pembuangan sampah dan air
limbah. Inilah kota pertama yang menujukan tanda-tanda pembangunan yang
berencana. Barat kota adalah pusat religius, politik, dan pendidikan. Petani
tinggal di luar tembok kota dekat perladangan. Kelompok miskin menempati
pinggir kota tetapi masih berada di dalam tembok. Pedagang dan seniman tinggal
di dekat pusat kota, sedangkan bangsawan, agamawan, dan punggawa kerajaan
menempati wilayah pusat.
Puing-puing menunjukkan Harappa merupakan sebuah kota
yang mempunyai rancangan bangunan disekeliling ruang lingkup tertentu, kurang
lebih menggunakan bahan yang sama, segalanya sangat teratur, bahwa pada tahun
3000 sebelum masehi, orang-orang membangun kota dengan skala yang sedemikian,
memperlihatkan tingginya peradaban mereka. Kedua kota ini hilang pada tahun
1750 sebelum masehi, kira-kira dalam waktu 1000 tahun kebelakang, didaerah
aliran sungai India tidak pernah ada lagi kota yang demikian megahnya, namun
pada 500 tahun lampau, ketika bangsa Arya datang menginvasi, kebudayaan Harappa
sudah merosot.
2.3 Hubungan dengan Bangsa Lain
Bangsa Arya
Bangsa Arya atau Indo Arya mendiami kawasan di sebelah
timur sungai Indus: Diantara sungai Sutlej dan Yamuna. Arya adalah bangsa
pengembara. Mereka memiliki kemampuan bersyair yang tinggi walau tidak mengenal
bahasa tulis. Tradisi lisan ini merupakan transisi masa prasejarah dan sejarah.
Diduga bahwa syair-syair yang dibuat oleh bangsa Arya dibuat setelah kebudayaan
Harappa dan Mohenjodaro runtuh, sekitar 1500-1000 SM. Kedatangannya di India
harus menyingkirkan terlebih dulu masyarakat sebelumnya, yakni masyarakat
pendukung kebudayaan Mohenjodaro dan Harappa. Ciri masyarakat itu adalah
berbahasa Dravida, dan tidak berhidung (menurut kitab Veda), bibir tebal, kulit
hitam, dan menyembah dewa phallus (dewa kejantanan).
Bangsa Arya sangat menghargai wanita. Hal itu terbukti
ketika para wanita dipercayakan untuk mengatur rumah tangga, membangi kurban,
mengatur para budak dan anggota keluarga yang lain. Wanita juga ditugaskan
menggiling gandum, mencuci alat-alat dapur, dan melahirkan anak (laki-laki).
Budaya Arya sangat mendambakan anak-anak laki-laki, jika tidak diperoleh maka
istri bisa dicerai. Begitupula ketika suami meninggal, maka sang istri harus
menaiki pancake, tempat pembakaran jenazah suami dan ikut terbakar bersama
suami. Abu jenazah serta tulang belulang dicuci dan disimpan dalam guci.
Kebiasaan lain bangsa Arya yaitu gemar melakukan lomba
perang-perangan atau lomba memanah. Tari-tarian dilakukan dengan gembira yang
diiringi dengan musik. Mereka juga punya kebiasaan bermain judi (permainan
dadu). Perkawinan hanya terjadi pada wanita dewasa dan tidak dikenal poligami,
kecuali para kepala suku. Bagi mereka perkawinan adalah sesuatu yang suci. Hal
itu dapat dilihat dalam kitab veda: “Saya menggandeng tanganmu untuk
kebahagiaan dan kebesaranmu sampai ke hari tua dengan saya suamimu”.
KITAB RAMAYANA DAN MAHABARATA
Inti cerita tersebut adalah kisah perjalanan Bangsa
Arya. Kedua, kedudukan pendeta tidak terlalu penting dibading ksatria. Ketiga,
kemegahan yang terbesar adalah mati dalam pertempuran, yang bakal menjamin
kemasyuran abadi. Prajurit harus ditopang dengan kejujuran ketika berhadapan
dengan musuhnya. Sedangkan wanita digambarkan sebagai wanita setengah pria,
yang menjadi teman sejati, sumber abadi dari sifat baik, kesenangan dan kekasih
dalam keluarga. Istri yang baik adalah teman dalam kesunyian, seorang ayah yang
memberi nasehat, dan suatu peristirahatan dalam menempuh pengembaraan hidup.
Mesopotamia
Letak Geografis
Mesopotamia adalah suatu daerah yang terletak diantara
dua sungai, yaitu sungai Eufrat dan Tigris (Mezo=tengah, potamus=sungai)
Terletak di Asia Barat Daya, yang berbatasan dengan :
Teluk Persia dan Iran sebelah Timur dan Timur Laut
Iran dan Turki, sebelah Utara
Sirya dan Yordania, disebelah Barat
Saudi Arabia dan Kuwait, disebelah Selatan
Sumeria merupakan daerah subur, sehingga selalu
diperebutkan oleh bangsa lain.
Bangsa Sumeria
Bangsa Sumeria merupakan penguasa pertama daerah
Mesopotamia
Hasil Kebudayaan Bangsa Sumeria :
Mengenal bentuk tulisan yang disebut huruf paku
Menggunakan batu-bata sebagai bahan bangunan untuk
membuat tembok rumah
Mengetahui penanggalan : 1 tahun terdiri 12
bulan = 350 hari, 1 hari terdiri : 24 jam, 1 jam = 60 menit, 1 menit = 60
detik
Mengetahui suatu lingkaran = 360°
Dalam kesusastraan menghasilkan wiracarita/kisah
kepahlawanan yaitu : Gilgamesh
Kepercayaan bangsa Sumeria adalah kepercayaan terhadap
gejala dan kekuatan alam sehingga dikenal beberapa dewa yaitu : Dewa Langit,
Dewa Bumi, Dewa Lautan.
Telah mengadakan hubungan dengan kota Mohenjodaro dan
Harappa.
Bangsa Babilonia Lama (3000 SM)
Raja Babilonia I adalah Hamurabi (+1900 SM). Hasil
Kebudayaan bangsa Babilonia I adalah :
Codex Hamurabi, yaitu undang-undang yang dipahatkan di
batu yang berisi : larangan main hakim sendiri, sehingga keamanan dan keadilan
masyrakat dijunjung tinggi.Hukum perdata dan Pidana
Konsep kepercayaan bangsa Babilonia I telah mengenal
dewa-dewa.
Dewa Marduk merupakan Dewa Utama
Kerajaan Babilonia I hancur setelah mendapat serangan
dari Bangsa Asyiria.
Bangsa Assyria
Bangsa Asyiria merupakan bangsa yang militan dan
sangat kejam.
Bangsa Asyiria mendirikan kerajaan di tepi Sungai
Tigris dengan ibukotanya Niniveh. Niniveh merupakan pusat peradaban bangsa
Asyiria.
Pada masa kekuasaan Raja Sagon (732 SM) bangsa Asyiria
menguasai daerah : Funisia, Palestina, Libanon, dan Israel (bangsa Israel
dijadikan budak).
Pada Masa Raja Assarbanibal (650 SM) bangsa Asyiria
berhasil menguasai Mesir.
Babilonia Baru
Nebopalasar sebagai pendiri kerajaan Babilonia baru.
Babilonia mencapai kejayaan pada masa Nebuchadnezar
(612-536 SM). Hasil kebudayaan Babilonia baru adalah :
Taman gantung dan Istana Bertingkat
Menara Babilonia, tidak pernah selesai karena
pekerjanya berselisih faham karena tidak mengerti bahasa masing-masing
Babilonia baru melanjutkan kebudayaan Babilonia lama
dan Sumeria. Telah mengenal ilmu perbintangan : gerhana matahari dan bulan.
Kerajaan Babilonia berakhir + 536 SM.
2.4 Runtuhnya Kota Mohenjo-daro dan
Harappa
Ada dua teori yang menyatakan penyebab runtuhnya kota
Mohenjo-daro dan Harappa. Yang pertama disebabkan adanya ledakan nuklir purba
atau hoax.
PERBEDAAN REAKTOR DAN LEDAKAN NUKLIR
Pertama, kisah ini harus dibagi menjadi dua bagian,
yaitu reaktor nuklir purba dan ledakan nuklir purba. Banyak orang tidak
mengetahui perbedaan ini sehingga mereka mencampuradukkan kisah reaktor nuklir
purba dengan ledakan nuklir purba.
Reaktor nuklir adalah sebuah fasilitas atau alat dimana
reaksi berantai nuklir diinisiasi, dikendalikan dan ditahan dalam kondisi
tetap. Sedangkan ledakan nuklir adalah sebuah reaksi berantai yang tidak
terkontrol yang berasal dari bom nuklir. Jadi sebuah reaktor nuklir dapat
digunakan untuk menghasilkan bom nuklir yang dapat menjadi ledakan nuklir.
Reaktor Nuklir Purba
Kisah reaktor nuklir zaman purba bermula pada tahun
1972. Saat itu, di fasilitas pengolahan bahan bakar nuklir Pierrelatte, Ilmuwan
Perancis bernama Bougzigues sedang bekerja melakukan analisa rutin terhadap
uranium yang telah diekstrak dari biji uranium. kemudian ia menyadari sesuatu
yang aneh dari biji uranium yang ditelitinya.
Uranium memiliki tiga isotop yang memiliki massa atom
yang berbeda dengan proporsi yang berbeda, yaitu : U 238 sebanyak 99.274%, U
235 sebanyak 0.720% dan U 234 sebanyak 0.005%.
Uranium 235 adalah uranium yang paling dicari
diseluruh dunia karena kemampuannya menahan reaksi nuklir dan uranium inilah
yang dipakai di reaktor nuklir modern. Dimanapun di bumi ini, atom uranium 235
membentuk 0,720 persen dari total uranium. Namun sampel yang dipegang olehnya
hanya memiliki 0,717 persen. Ini menunjukkan bahwa sampel uranium ini pernah
mengalami reaksi pelepasan energi (reaksi fisi). Badan tenaga atom Perancis
segera bergerak untuk menyelidiki penyebabnya. Sampel itu dilacak hingga ke
sebuah pertambangan di Oklo, Gabon, Afrika. Para ilmuwan bergegas ke Oklo.
Penelitian lanjutan yang dilakukan menemukan ada enam belas lokasi yang
berfungsi sama seperti reaktor nuklir modern dan reaktor purba itu diperkirakan
berumur 2 milyar tahun.
Bagaimana Oklo bisa berfungsi seperti reaktor nuklir
purba ? Badan tenaga atom Perancis berusaha mencari jawabannya. Dan kemudian
mereka mendapatkan jawabannya dari sebuah tulisan tahun 1956 yang dibuat oleh
Paul Kazuo Kuroda, seorang ahli kimia dari universitas Arkansas. Kuroda
mengatakan apabila jumlah U235 cukup banyak dan ada moderator neutron seperti
aliran air tanah, maka reaktor nuklir alami bisa terjadi. Kondisi pertambangan
Oklo menyerupai apa yang diprediksi Kuroda. Misteri reaktor nuklir purba
sebenarnya telah terjawab secara ilmiah oleh Paul Kuroda, jadi faktor
misterinya boleh dibilang hampir lenyap.
Ledakan Nuklir Purba
Kisah ledakan nuklir purba adalah hoax. Kisah ini
sering digabungkan dengan reaktor Oklo karena ketidaktahuan mengenai perbedaan
antara reaktor dengan ledakan nuklir.
Hoax Pertama
Di internet, beredar paragraf yang diakui berasal dari
kitab Mahabharata yang dikatakan mendeskripsikan dan membuktikan adanya perang
(ledakan) nuklir di zaman purba. Saya menemukan paragraf ini dikutip banyak web
atau blog yang membahas reaktor nuklir purba. Saya menerjemahkannya dan inilah
bunyi paragraf itu :
“Gurkha, menerbangkan vimana (pesawat) yang kuat dan
cepat melontarkan sebuah proyektil (rudal) yang diisi dengan kekuatan alam
semesta (nuklir). Pijaran tiang api dan asap sama terangnya dengan cahaya
10.000 matahari bangkit dengan seluruh kemegahannya. Itu adalah senjata yang
tidak dikenal, sebuah petir besi, raksasa pembawa pesan kematian yang
menjadikan seluruh suku Vrishnis dan Andhakas menjadi abu. Mayat-mayat menjadi
begitu hangus hingga tidak dapat dikenali lagi. Rambut dan kuku berjatuhan,
keramik tanah liat pecah tanpa sebab yang jelas dan burung-burung berubah
menjadi putih…setelah beberapa jam, semua bahan makanan tercemar
(radiasi)…untuk menyelamatkan diri dari api ini, para tentara melompat kedalam
arus air untuk membersihkan diri mereka dan peralatannya. (Mahabharata – 6.500
SM). Tetapi kitab Mahabharata tidak pernah memuat paragraf itu di dalamnya.
Hoax kedua – Mohenjodaro, Harappa dan Rajashtan
Disebut bahwa di kota Mohenjodaro dan Harappa, para
ilmuwan menemukan kota-kota kuno dengan kerangka yang berserakan di
jalan-jalan, kebanyakan terlihat berpegangan tangan dijalan-jalan, ini
menunjukkan kematian mendatangi mereka dengan tiba-tiba. Dan umur kerangka ini
ribuan tahun. Dan kerangka-kerangka ini memiliki kadar radioaktif tinggi yang
sama dengan korban bom Hiroshima Nagasaki.
Sedangkan di Rajasthan disebut bahwa telah ditemukan
lapisan debu radioaktif yang meliputi area seluas tiga mil persegi di sepuluh
mil sebelah barat Jodhpur. Penelitian yang menemukan Radioaktif ini dilakukan
setelah para peneliti melihat adanya tingkat cacat yang tinggi pada bayi yang
baru lahir di wilayah itu dan banyaknya penduduk lokal yang menderita kanker.
Level radiasi di tempat itu sangat tinggi sehingga peneliti meminta pemerintah
india mengisolasi wilayah itu.
Setelah menelusuri website-website pemerintah atau
website swasta di Mohenjodaro, Harappa dan Rajashtan, tidak ada satupun yang
pernah menyebut adanya penemuan-penemuan kerangka tersebut. Website-website
arkeologi juga tidak pernah menyebut hasil penemuan ini. Kisah “penemuan” ini
hanya beredar di website di luar India. Bahkan orang-orang India yang tinggal
di wilayah Jodhpur mengaku bahwa ia tidak pernah tahu ada penemuan-penemuan
itu. Memang ada beberapa tempat di India yang mengandung radiasi, namun itu
adalah akibat percobaan nuklir India di masa modern ini. Seorang India pernah
menulis bahwa kisah-kisah ledakan ini tidak layak beredar di India.
Teori penyebab yang kedua adalah saat kehidupan bangsa
Dravida mulai berubah sejak tahun 2000-an SM karena adanya pendatang
baru, bangsa Arya. Mereka termasuk rumpun berbahasa Indo-Eropa dan berkulit putih. Bangsa Arya
ini mendesak bangsa Dravida ke bagian selatan India dan membentuk Kebudayaan Dravida
namun, sebagian lagi ada yang bercampur antara bangsa Arya dan Dravida yang
kemudian disebut bangsa Hindu. Oleh karena itu, kebudayaannya disebut kebudayaan
Hindu.
Kedua peradaban kota ini diperkirakan lenyap bersamaan
dengan datangnya bangsa Arya yang berbahasa Sansekerta sekitar 1500 SM.
Menghabiskan semua keturunan bangsa Drawida. Sepeninggal hilangnya peradaban
Lembah Sungai Indus dan Sungai Gangga, kemudian muncul berbagai peradaban baru
di wilayah India sebagai akibat dari berbagai pengaruh luar seperti Persia
(abad ke-6 SM), Alexander Agung (327 SM), Arab (abad ke-8 M), Turki (abad ke-12
M), Afghan dan Mongol (abad ke-16), serta Inggris (abad ke-19 M).
Tetapi, menurut Sir John Marshall, kerangka manusia
yang ditemukan di Harappa dengan umur 4000 tahun yang lalu menunjukan persamaan
dasar dengan ras-ras yang ada di Punjab dan Gujarat dewasa ini. hal ini
membuktikan bahwa tidak pernah ada penyerangan suku bangsa luar atau lebih
dikenal dengan Aryan Invansion Theory yang kemudian menguasai
wilayah tersebut. sekitar tahun 1853 Max Muller memperkenalkan Aryan Invansion
Theory hanya demi kepentingan politik semata agar bangsa Inggris dapat memecah
belah Bangsa India agar mudah diperbudak. Lebih lanjut lagi, ditemukannya
fosil-fosil kuda pada lapisan situs itu. Ini menunjukan bahwa masyarakat pada
masa itu telah mengenal kuda. Kuda merupakan hewan yang paling banyak di
sebutkan dalam Reg Weda dan merupakan hewan penting dalam kebudayaan Weda yang
disebut dengan Aswameda Yajna. Menurut Wheeler, agama yang dianut di daerah
tersebut merupakan agama Siwa berdasarkan penelitian yang dilakukan. Namun pada
dasarnya, dalam konteks teologi Hindu, Weda dan Siwa merupakan satu kesatuan,
dimana dalam Weda, Siwa merupakan manifestasi Tuhan sebagai pelebur alam
semesta. Hal ini di karenakan para peneliti memiliki wawasan yang kurang
mengenai “Siwa” dan “Weda”. Jadi tidaklah benar bahwa Peradaban di daerah
tersebut sebelum adanya perkembangan Weda, namun memang para ahli mengatakan
bahwa Weda mulai “dibukukan” atau dibuat dalam bentuk tulisan kedalam lontar
pada 1500 sebelum masehi oleh para Resi atau pemuka ajaran Weda karena mereka
mampu memprediksi bahwa kekuatan ingatan manusia pada masa mendatang akan
mengalami penurunan. Artinya disini bahwa peradaban pada masa itu, orang-orang
selain memiliki kecerdasan yang tinggi juga memiliki kekuatan dan daya ingat
yang tinggi.
BAB III
KESIMPULAN
Kebudayaan kuno India ditemukan di kota tertua India
yaitu daerah Mohenjodaro dan Harappa. Mohenjodaro dan Harappa merupakan kota
tua yang dibangun berdasarkan :
Perencanaan yang sudah maju
Rumah-rumah terbuat dari batu-bata
Jalan raya lurus dan lebar
Saluran air bagus
Terdapat hubungan dagang antara Mohenjodaro dan
Harappa dengan Sumeria.
Peradaban Lembah Sungai Indus sama dengan kebudayaan
di Sumeria dan Babylonia: mereka ahli dalam pembuatan barang batu dan logam;
mengenal huruf pictograph (huruf yang terdiri dari gambar yang berbentuk binatang,
seperti ikan). Lembah Sungai Indus juga dapat dikatakan lebih tinggi daripada
di Eropa pada saat yang sama.
Sejarah peradaban India kuno lalu menampakkan suatu
kondisi patah, hingga muncul kerajaan baru pada abad ke-6 sebelum masehi,
peradaban kota baru jaya kembali di aliran sungai India. Perkembangan peradaban
tinggi India kuno terhadap bangkit dan musnahnya budaya Harappa, telah menambah
sebuah misteri pada peradaban India.
REFERENSI
Suryanto. 2006. Hindu
di Balik Tuduhan dan Prasangka. Yogyakarta: Narayana Smriti.
REPUBLIKA – Minggu, 28 Juni 2009
http://neonovan.topcities.com/
http://quietgirlworld.blogspot.com/2009/08/peradaban-peradaban-terbesar-didunia.html






Win on the wheel - JM Hub
BalasHapusWin on 남원 출장마사지 the wheel I've never heard of Bet365. It's 정읍 출장샵 like a 김해 출장안마 lottery machine, but there are 정읍 출장안마 lots of ways you can 안성 출장샵 bet at Win.