BAB I.PENDAHULUAN
A.LATAR BELAKANG
Di Wilayah kawasan Asia selatan
terdapat organisasi regional yang dinamakan SAARC (South Asian Association for
Regional Cooperation) yang di dalam nya terdapat delapan Negara anggota yaitu
Afganistan, Bangladesh, Bhutan, India, Maldives, Nepal, Pakistan dan Sri Lanka.
tidak dapat di pungkiri perhatian kita akan tertuju kepada hubungan antara
Negara india dan Negara Pakistan yang tidak pernah mengenal kata damai, konflik
– konflik laten yang selalu mewarnai hubungan kedua Negara seringkali
menimbulkan kecemasan di antara hubungan kerjasama regional dengan Negara
Negara lain nya.
Pada
tahun 1947 Inggris menarik diri dari Asia Selatan dan anak benua itu pecah
menjadi 2 negara, India yang mayoritas penduduknya Hindu dan Pakistan yang
mayoritas Islam. Perbedaan komunal dalam perkembangannya tidak dapat diatasi
oleh para pemimpin Hindu dan Muslim dari proses menuju intregasi Negara
bangsa.Sejak pemisahan tersebut, konflik antara kedua komunitas ini menjelma
menjadi konflik antar negara. Sehingga bentrokan senjata tidak dapat dihindari
di perbatasan kedua negara. Sedangkan persoalan wilayah muncul dari proses
pembagian wilayah yang tidak tuntas oleh kolonial Inggris dan mengandung
persoalan yang rumit sejak terjadi pemisahan Pakistan dari India pada tahun
1947.
Adapun
proses perang India dan Pakistan yaitu perang yang terjadi sejak bulan Agustus
1947.Peristiwa ini memiliki empat kejadian perang,tiga diantaranya merupakan
perang utama dan yang satunya hanya merupakan perang kecil yang terjadi
diantara keduanya.Tiap kasus perang yang terjadi penyebab utamanya yaitu
wilayah Kashmir kecuali perang yang terjadi tahun 1971 yang disebabkan oleh
masalah Pakistan timur.
Sejak tahun 1947 keduan negara ini memang sudah
sering terjadi konflik perpecahan bahkan dikatakan sampai sekarang belum
tuntas.
B.Rumusan Masalah
1.Apa yang
menyebabkan terpisahnya antara India dan
Pakistan?
2.Bagaimana
hubungan islam dengan Pakistan?
3.Bagaimana
kondisi sosial dan ekonomi di Negara Pakistan?
BAB II.PEMBAHASAN
2.1.Terpecahnya Antara India Dan Pakistan
India dan Pakistan adalah dua Negara di asia selatan yang selalu di rundung
konflik laten di antara kedu nya. konflik yang sampai sekarang belum menemukan
titik temu di antara kedua nya di sebabkan oleh beberapa faktor pemicu.
Diantara nya adalah oleh faktor sejarah, Anak benua India lahir dari tangan
Inggris dalam satu kesatuan pada tahun 1947.
Sejak mendapat kemerdekaan dari
Inggris tahun 1947, India–Pakistan telah 4 kali berperang, dimana tahun 1949
terjadi perang terbuka dikarenakan Konflik Kashmir, dan perang lainnya karena
India membantu Pakistan Timur (kini bernama Bangladesh) melepaskan diri dari
Islamabad. Kashmir sendiri wilayahnya tidak hanya dijadikan rebutan antara
India dan Pakistan, tapi juga Cina.
Penyebab awalnya yaitu ketika
India tetap mengklaim seluruh Kashmir adalah teritorinya dan Pakistan
menolaknya.Kashmir sendiri merupakan simbol bagi identitas nasional India
sekaligus Pakistan, menjadi kendala dalam urusan politik dalam negeri, serta
kompromi bagi kedua negara sulit terwujud. Sengketa soal kashmir menjadi
konflik panjang dan berlarut-berlarut antara India dan Pakistan hingga
sekarang. Ia tidak saja mengganggu rekonsiliasi bagi kedua pemerinta, tetapi
juga merupakan kendala tang sangat mengganggu hubungan dua komunitas, umat
Islam dan Hindu, di kedua negara. Bahkan menimbulkan luka yang dalam dari
pecahnya pertempuran antara India dengan Pakistan sebanyak tiga kali, yakni
pada 1947-1948, 1956 dan 1971. Kendala tersebut terutama dirasakan di India,
hal mana umat Islam merupakan minoritas terbesar (sekitar 140 juta orang)
ditengah mayoritas komunitas Hindunyang berjumlah lebih dari 1 miliar jiwa.
Kendatipun sudah terdapat organisasi SAARC (South
Asian Assosiation for Regional Coorporation / Perhimpunan Bangsa Asia
Selatan bagi kerjasama Regional), semacam ASEAN di kawasan Asia Tenggara, yang lahir pada Desember 1985,
tetap saja ketegangan hubungan antara India dengan Pakistan masih terasa.
Sengketa soal Kashmir yang telah
berubah menjadi konflik berdarah, sesungguhnya bermula dari keputusan
pemerintah kolonial Inggris untuk membagi anak Benua India menjadi dua negara
merdeka, India dan Pakistan, yang terlaksana pada Agustus 1947. Keputusan itu
beralasan karena tidak ada alternatif lain, sebagai akibat perbedaan garis
perjuangan ideologis yang tajam antara Partai Indian National Congress/Partai
Kongres (Mewakili Komunitas Hindu) dan Partai Muslim League/Liga Muslim
(sebagai wakil komunitas Muslim).
Bagi negara kepangeranan (the prince
of Indian States), mereka diberi tawaran untuk memilih bergabung dengan India
atau Pakistan. Di sinilah mulai timbulnya akar permasalahan konflik Kashmir.
Penguasa Kashmir adalah Maharaja Hindu, sementara mayoritas rakyatnya beragama
Islam. Karena dia khawatir rakyatnya akan memilih bergabung dengan Pakistan,
padahal dia ingintetap berkuasa di Kashmir, maka dia memilih bergabung dengan
India.
Penyebab Wilayah Kashmir diperebutkan oleh India dan Pakistan :
faktor
goegrafis. Kashmir terletak di dalam rangkaian Pegunungan Himalaya, sehingga
wilayahnya bergunung-gunung dengan ketinggian antara 600 sampai 7.600 m di atas
permukaan air laut. Puncak gunung Himalaya tertinggi kedua, setelah Puncak
Everest, yakni Puncak Godwin Austin (tinggi 8.611 m), berada di Kashmir. Luas
seluruh wilayah Kashmir sekitar 223.000 km dan berada di sebelah utara dataran
Punjab. Secara geografis, wilayah Kashmir memiliki arti yang sangat strategis
karena rangkaian pegunungan Kashmir membentuk pintu gerbang alami antara China,
India dan Pakistan. Bagi Pakistan, wilayah Kashmir sangat vital karena beberapa
sungai utama sebagai pemasuk air untuk pengairan lahan pertanian mengalir lewat
Kashmir. Tiga anak Sungai Indus, yakni Jhelum, Chenab dan Ravi bermata air di
Kashmir. Dengan kata lain, wilayah Kashmir bagi Pakistan adalah soal hidup dan
mati. Sebab bila seluruh Kashmir di kuasai India, Pakistan khawatir suplai air
di empat sungai tersebut akan dibendung dan dialirkan ke India.
Faktor
geopolitik. Bagi India adalah dengan dikuasainya Kashmir akan memungkinkan
India memiliki akses terhadap wilayah strategis di bagian barat daya, di
samping Kashmir menyediakan suatu rangkaian hubungan tradisional antara Asia
Tengah dan Subkontinen. Hubungan India dan ketiga Negara tetangganya yang
terpenting - Rusia, China, Afghanistan sangat tergantung pada luasnya wilayah
Kashmir yang dapat dikuasai.
2.2.Hubungan Antara Islam Dan Awal berdirinya Pakistan
Nama Pakistan memiliki makna tanah
yang murni dalam bahasa Urdu maupun bahasa Persia. Nama ini dicetuskan sebagai
Pakstan oleh Choudhary Rahmat Ali, seorang tokoh gerakan Pakistan yang
menerbitkan sebuah pamflet berjudul [Now or Never]. Nama ini juga merupakan
sebuah portmanteau dari nama-nama etnis utama yang terdapat di Pakistan yaitu :
Punjab, Afgan, KashmIr, Sindh, dan Baluchistan. Mayoritas etnis yang mendiami
pakistan adalah merupaka etnis Punjabi (provinsi Punjab); Sindhi (Sindh)
Pashtun (NWFP) dan Balochi (Balochistan).
Dahulu, wilayah Pakistan saat ini merupakan situs dari kebudayaan kuno
seperti budaya Neolitik, Mehrgarh dan Peradaban Lembah Sungai Indus. Dan
merupakan bagian dari sejarah Veda, Persia, Indo-Yunani, peradaban Islam,
dinasti Turki-Mongol dan kebudayaan Sikh melalui berbagai invasi. Sebagai
akibatnya, tempat ini memiliki berbagai peninggalan berbagai dinasti seperti
dinasti Persia, Khalifah Ummayah, kekaisaran Maurya, kekaisaran Mongol,
kesultanan Mughal, kesultanan Sikh dan terakhir Imperialisme Inggris
Pakistan (Listeni /ˈpækɪstæn/ atau
Listeni /pɑːkiˈstɑːn/; bahasa Urdu: پاکِستان) (pengucapan bahasa Urdu: [paːkɪˈst̪aːn] (
simak)), secara resmi bernama Republik Islam Pakistan (bahasa Urdu: اسلامی جمہوریۂ پاکِستان) adalah sebuah negara di Asia Selatan. Negara ini memiliki
garis pantai sepanjang 1.046-kilometer (650 mil) dengan Laut Arab dan Teluk
Oman di bagian selatan, berbatasan dengan negara Afghanistan dan Iran di bagian
barat, India di bagian timur dan China di arah timur laut. Tajikistan terletak
sangat berdekatan dengan Pakistan, namun dibatasi oleh daratan sempit yang
disebut Koridor Wakhan. Pakistan terletak secara strategis di antara
daerah-daerah penting di Asia Selatan, Asia Tengah, dan Timur Tengah.
Dahulu, wilayah Pakistan saat ini
merupakan situs dari kebudayaan kuno seperti budaya Neolitik, Mehrgarh dan
Peradaban Lembah Sungai Indus. Dan merupakan bagian dari sejarah Veda, Persia,
Indo-Yunani, peradaban Islam, dinasti Turki-Mongol dan kebudayaan Sikh melalui
berbagai invasi. Sebagai akibatnya, tempat ini memiliki berbagai peninggalan
berbagai dinasti seperti dinasti Persia, Khalifah Ummayah, kekaisaran Maurya,
kekaisaran Mongol, kesultanan Mughal, kesultanan Sikh dan terakhir Imperialisme
Inggris. Pakistan memperoleh kemerdekannya dari Imperialisme Inggris pada tahun
1947 setelah gerakan kemerdekaan yang dipimpin oleh Mohammad Ali Jinnah yang
menginginkan negara merdeka dari bagian barat dan timur Kemaharajaan Britania
Raya yang didominasi oleh Islam. Setelah mengadopsi konstitusi baru pada tahun
1956, Pakistan secara resmi menjadi negara Republik Islam. Pada tahun 1971,
sebuah perang sipil terjadi di negara bagian Pakistan Timur yang akhirnya
membuat negara bagian tersebut berpisah menjadi negara baru bernama Bangladesh.
Pakistan merupakan negara federal
dengan sistem parlemen yang terdiri dari 4 provinsi dan 4 daerah federal.
Dengan penduduk lebih dari 170 juta orang, Pakistan menjadi salah satu negara
terpadat di dunia dan memiliki penduduk Muslim terbanyak di dunia setelah
Indonesia. Pakistan juga merupakan negara yang memiliki multi-etnis dan memiliki
variasi dari segi geografis. Di masa setelah kemerdekaan, Pakistan mengalami
ketidakstabilan dalam pemerintah dan konflik yang terus terjadi dengan negara
tetangga terdekatnya, India. Negara ini memiliki berbagai tantangan dan
masalah, seperti kemiskinan, buta aksara, korupsi serta serangan teroris.
Berdirinya Republik Islam Pakistan
tidak lepas dari peran seorang pengacara muslim Muhammad Ali Jinnah. Pada
awalnya, berdirirnya Pakistan merupakan problem tersendiri, terutama dalam
mencari alasan atau raison d’etre Pakistan merdeka. Apakah the founding fathers
Pakistan bermaksud mendirikan Negara Islam atau tengah berupaya membangun Tanah
Air bagi orang Islam? Lebih dari itu, apakah kekhawatiran sebagai warga
minoritas di India yang mayoritas Hindu dapat dijadikan alasan berdirinya
Pakistan merdeka.
Elan dasar pendirian "Republik
Islam" ini, seperti terartikulasikan dalam gagasan pendiri-pendirinya
adalah kehendak komunitas muslim --sebagai bangsa terpisah di anak benua
India-- untuk membentuk negara di mana mereka mampu menerapkan ajaran Islam dan
hidup selaras dengan petunjuknya.
Berbagai teori telah dimunculkan
tentang alasan-alasan pokok berdirinya Pakistan sebagai sebuah negara dengan
identitas Islam. Pada 23 Maret 1947 Liga Muslim India (All Indian Moslem
League) mengeluarkan resolusi yang terkenal dengan nama Resolusi Pakistan.
Dalam resolusi tersebut, kaum Muslim India dipimpin Muhammad Ali Jinnah, yang
juga Bapak Negeri Pakistan, berjanji memperjuangkan terbentuknya negara muslim.
Pendirian Liga Muslim mengawali
munculnya gerakan nasionalisme India, pada awalnya merupakan respon terhadap
gerakan nasionalisme Hindu yang disuarakan Partai Kongres Nasional India. Liga
Muslim didirikan oleh sekelompok intelektual Muslim India yang pada
perkembangannya menuntut terbetuknya pemerintahan sendiri. Tokoh yang terkenal
dari organisasi ini adalah Muhammad Ali Jinnah.
Di bawah kepemimpinan Jinnah, ide
negara Pakistan semakin berkembang dan pada tahun 1940 menjadikan pembentukan
Pakistan sebagai tujuan perjuangan. Tujuan itu menjadi kenyataan saat Pakistan
diproklamirkan sebagai negara merdeka pada 14 Agustus 1947, dan kenyataannya,
Pakistan merdeka sehari lebih cepat dari India yang dimerdekakan 15 Agustus
1947
Berdirinya Pakistan didasarkan atas
realitas bahwa masyarakat muslim yang meliputi wilayah Sind, Punjab,
Baluchistan, provinsi di Barat Laut dan Benggala merupakan sebuah bangsa yang
berhak atas wilayah mereka sendiri. Meskipun banyak yang meragukan klaimnya
sebagai sebuah bangsa, namun sesuatu yang pantas diberi nilai adalah kenyataan
geografis Pakistan yang merupakan anak benua India yang nyaris lepas dari
peradaban induknya, yaitu India.
Pakistan dibentuk oleh elit-elit
muslim yang memobilisasi sumberdaya Muslim India Barat Laut untuk menentang
kebijakan Inggris yang berseberangan dengan kepentingan kelompok muslim.
Kemungkinan lainnya adalah teori Francis Robinson yang menyatakan terbentuknya
Pakistan dari faktor ideologi terutama doktrin Ummah yang mendorong elit-elit
muslim mengupayakan perlindungan budaya muslim dan otonomi yang lebih besar
bagi kaum muslim di Provinsi Kesatuan Barat Laut dan Bengal.
Senada dengan Robinson, David Taylor
mengesankan terbentuknya Pakistan sebagai ekspresi politik muslim kelas atas
(elit) yang memahami kenyataan berbedanya identitas keagamaan dan sosial
politik mereka dengan kekuatan-kekuatan lainnya di anak benua India.
Tuntutan kaum elit ini menurutnya
selain mewakili permasalahan kaum elit Pakistan, juga didukung oleh kesadaran
komunal akan pentingnya negara bagi komunitas Muslim. Selain itu ia juga
menemukan fakta dalam kasus-kasus tertentu yang melibatkan massa yang menuntut
pemenuhan kebutuhan asasinya sebagai orang Islam juga tidak bisa disepelekan.
Artinya, dalam waktu-waktu tertentu, tuntutan elit bisa senada dengan tuntutan
arus bawah muslim.
Sementara itu dengan pertanyaan yang
hampir sama dengan Robinson, Karen Amstrong menilai pendirian Pakistan justru
diilhami cita-cita sekuler modern. Sejak masa Aurengzeb, Muslim di India merasa
sedih dan tidak aman, mereka mengkhawatirkan identitas mereka dan
berkem¬bangnya kekuasaan mayoritas Hindu.
Hal ini semakin parah setelah
pemisahan India dari Inggris pada tahun 194¬7 ketika kekerasan komunal memuncak
di kedua belah pihak dan ribuan orang tewas. Jinnah ingin membangun arena
politik yang tidak menekan atau membatasi identitas religius Muslim. Akhirnya
ia mempertanyakan: “apa maknanya negara Islam yang menggunakan sebagian besar
simbol-simbol Islam untuk tujuan "sekuler"?
Esposito juga berkesimpulan:
“aspirasi Islam memang merupakan raison d'etre-berdirinya Pakistan, tetapi
meskipun terdapat persetujuan umum mengenai pentingnya suatu tanah air Islam,
namun apa yang dimaksud tidak begitu jelas. Perbedaan pandangan dan pendekatan
antara kaum modernis dan tradisionalis merupakan halangan yang cukup besar, dan
belum pernah diusahakan secara sistematis untuk menjelaskan ideologi Islam
Pakistan dan bagaimana melaksanakan ideologi itu secara konsisten.
Dari beberapa teori ini, paling
tidak yang paling memungkinkan adalah bahwa gagasan nasionalisme yang datang
dari barat telah membantu mempercepat kelahiran Pakistan sebagai negara bangsa.
Dalam hal ini, Badri Yatim menyebutkan, gagasan nasionalisme merupakan modal
utama umat Islam dalam perjuangannya untuk mewujudkan negara merdeka, yang
bebas dari pengaruh politik Barat.
2.3 Kondisi Sosial ,Ekonomi, ,Pendidikan
,Budaya Dan Politik Di Pakistan
. 1.
Sosial
Dalam tahun-tahun belakangan ini,
pemerintah Pakistan tampak telah membuat langkah untuk melindungi hak-hak
wanita. Melalui Pasal 25 Konstitusi, juga adopsi Konvensi Eliminasi Segala
Bentuk Diskriminasi terhadap Perempuan (CEDAW) PBB 1996, pemerintah Pakistan
telah menjanjikan para wanita negara itu makanan, jaminan sosial, perumahan,
pendidikan, standar kehidupan yang memadai, serta kesehatan.
Tapi komitmen kebijakan ini jarang
diterjemahkan ke dalam praktik, dan gagal mengubah kehidupan banyak wanita
Pakistan.
Sebaliknya, para wanita ini terus
menghadapi rintangan yang luar biasa. Konsekuensi yang paling merusak dari ketidak-majuan
dalam setiap masyarakat adalah angka kematian yang tinggi, dan Pakistan
memiliki angka kematian bayi dan ibu yang lebih tinggi dari banyak negara
berkembang di Asia dan Afrika. Angka kematian ibu yang bisa dicegah adalah
gejala ketidakadilan sosial yang lebih luas dari diskriminasi terhadap wanita
dan pelanggaran terhadap hak-hak asasi wanita.
Wanita di Pakistan merupakan korban
dari beberapa kejahatan terkeji yang bisa dibayangkan, termasuk penyiraman asam
dan pembunuhan untuk kehormatan. Misalnya, di beberapa desa di Pakistan, jika
seorang wanita berusaha menikah dengan keinginan sendiri dia dikatakan telah
membawa aib kepada keluarganya dan dia bisa dibunuh. Tak ada pertanyaan
dilontarkan, meskipun ada hukum yang melarang praktik ini.
Komisi Hak Asasi Manusia Pakistan
dan sejumlah LSM telah berjuang untuk hak-hak wanita selama beberapa waktu.
Dana Populasi PBB memperkirakan bahwa jumlah total korban pembunuhan untuk
kehormatan di seluruh dunia per tahunnya mencapai 5000 wanita, meskipun tak ada
angka resmi yang tersedia di Pakistan tentang kekerapan praktik ini.
Pakistan baru-baru ini menerapkan
hukum untuk memerangi kekerasan domestik, seperti Undang-Undang Perlindungan
Wanita 2006 (Amandemen Hukum Kriminal), tapi undang-undang ini hanya berbuat
sedikit untuk membawa para pelaku ke pengadilan. Naheeda Mehboob Illahi, wakil
pengacara umum dan pakar dalam hukum keluarga yang baru-baru ini dipromosikan
sebagai hakim Pengadilan Tinggi, mengakui bahwa hukum tidak diterapkan dalam
semangat yang sebenarnya, itulah sebabnya dalam banyak kasus motif tidak
dibangun dan pembunuhan dianggap “kecelakaan”.
Sementara pembunuhan untuk
kehormatan menarik lebih banyak perhatian di media, budaya sosial lain juga
sangat mengganggu bagi wanita. Pait likkhi, yang secara harfiah berarti
“tertulis di perut”, adalah salah satu budaya di mana seorang gadis dan jejaka
ditunangkan sebelum mereka lahir atau sejak masih kanak-kanak. Hukum Islam,
sebaliknya, menyatakan bahwa seorang suami harus mampu menafkahi istrinya dan bahwa
keduanya harus menyetujui pernikahan itu tanpa paksaan.
Meskipun pada 1929, di bawah
pendudukan India Inggris, Undang-Undang Pengendalian Pernikahan Anak-Anak di
Bawah Umur dikeluarkan, yang melarang pernikahan anak-anak di bawah umur,
budaya kesukuan dan tradisi masih tetap berlaku dan pemerintah seringkali
mengabaikan hukum ini karena para tuan tanah feodal yang berpengaruh terlibat
dalam praktiknya.
Swara dan Vani adalah juga tipe-tipe
pernikahan anak-anak di mana perempuan-perempuan muda dipaksa menikahi anggota
klan yang berbeda untuk menyelesaikan permusuhan. Baru-baru ini, pengadilan
Pakistan mulai serius menangani praktik ilegal ini dan telah berupaya untuk
bertindak menentang keberlanjutannya. Tapi lagi-lagi, mereka yang terlibat
cenderung berkuasa baik secara sosial maupun politik.
Watta satta menciptakan masalah yang
serupa. Pada saat pernikahan, kedua keluarga bertukar pengantin wanita. Agar
seorang ayah dapat menikahkan putranya, dia juga harus memiliki seorang putri
untuk dinikahkan dengan anggota keluarga calon mempelai wanita. Dalam praktik
ini, wanita diperlakukan sebagai komoditas yang bisa dijual ketimbang sebagai
manusia.
Praktik-praktik seperti ini harus
dihentikan. Pertanyaannya adalah kapan dan bagaimana. Ada dua solusi terhadap
rintangan yang dihadapi wanita di Pakistan, dan itu harus berasal dari mereka
yang memiliki kekuasaan dan dari wanita sendiri.
Pertama, para pembuat kebijakan
harus bangkit dan mengakui kenyataan yang dihadapi para wanita Pakistan dan
mengambil langkah-langkah keras untuk mencegah ketidakadilan ini muncul. Kedua,
mereka harus memastikan adanya hukum yang diterapkan secara sepenuhnya dan
semestinya.
Lebih jauh, akses ke semua tingkat
pendidikan amat penting untuk memberdayakan wanita agar berpartisipasi dalam kehidupan
ekonomi, sosial dan politik dari masyarakat mereka. Pemerintah harus
berkonsentrasi khusus terutama tentang pendidikan wanita.
Pendidikan adalah faktor kunci dalam
kesejahteraan dan perkembangan negara manapun. Ini membuka potensi wanita, dan
disertai dengan peningkatan dalam kesehatan, nutrisi dan kesejahteraan keluarga
mereka, juga masa depan yang lebih cerah dan menjanjikan bagi generasi
mendatang.
2.EKONOMI
Pakistan adalah negara agraris,
hasil pertanian yang penting ialah beras, kapas, gula dan gandum. Industrinya
belum begitu maju, namun dari industri telah dihasilkan tekstil, pupuk dan
bahan-bahan kimia untuk diekspor.
Ekspor-ekspor dilakukan melalui
pelabuhan laut Karachi. Nilai ekspornya pada tahun 1986 mencapai US$ 3.306
juta, sedangkan impornya mencapai US$ 5.373 juta. Pendapatan nasionalnya (1985)
adalah US$ 83.500 juta.
Potensi yang paling menonjol di
Negara Pakistan adalah tekhnologinya,karena pakistan telah berhasil menguji
coba rudal nuklir, yang belum bisa di lakukan oleh negara manapun,seperti yang
di katakan bahwa Militer Pakistan mengatakan mereka telah berhasil menguji-coba
misil jarak-dekat yang mampu membawa kepala peluru nuklir. Dan Perdana Menteri
Mohammedmian Soomro menyaksikan percobaan di tempat yang tidak diungkapkan. Misil
Ghazanvi itu kabarnya mempunyai jarak jangkauan kira-kira 300 kilometer. Dalam satu bulan ini, Pakistan telah
menguji-coba dua misil lagi yang mampu
membawa nuklir. Dan Pakistan menyatakan diri negara nuklir 10 tahun lalu ketika
negara itu melakukan percobaan nuklir sebagai tanggapan atas percobaan
sebelumnya yang dilakukan saingannya India. Kedua negara, yang secara rutin
melakukan percobaan misil, mempunyai sejarah hubungan yang tegang dan sudah
pernah 3 kali berperang sejak tahun 1947.
Peran Negara Pakistan di kawasan dan
di dunia bisa bersifat negative ban positif,bersifat negatifnya Pakistan
membuat tekhnologi seperti nuklir secara illegal yang tidak ada izin dari
pemerintah setempat contonya saja .Wina – Pakistan kembali membuat jalur ilegal
untuk memperoleh bahan-bahan demi meningkatkan program senjata nuklirnya,
meskipun upaya-upaya pemantau atom PBB untuk menutup semua jalur pengadaan
bahan-bahan nuklir terus diupayakan. Para diplomat Barat yang dekat dengan
penyelidikan atas penjualan gelap bahan-bahan nuklir yang dilakukan oleh Badan
Tenaga Atom PBB (IAEA) mengatakan laporan-laporan mengenai aktivitas Pakistan
ini cukup mengganggu semuanya dan apabila Pakistan selalu membuat senjata
dengan illegal maka Pakistan menjadi sasaran dan akan terkena sanksi akibat
mengembangkan program-program senjata nuklir. Pakistan tidak menandatangani
Pakta Non-Proliferasi global nuklir tahun 1968. dan positifnya yaitu Negara ini
berhasil menguji coba persenjataan nuklirnya pada tahun 1998 dan tetap
memperoleh pengawasan ketat NSG. NSG terdiri atas negara-negara produsen nuklir
termasuk yang besar seperti Amerika Serikat,
Rusia dan Cina.
Jaringan tekhnologi ini untuk
memasok teknologi dan bahan nuklir ke Iran yang mengatakan program nuklirnya
untuk tujuan damai. Termasuk memasok ke Libya bahan serupa, namun Khadafi
kemudian menyatakan menghentikan program senjata nuklirnya yang tersembunyi itu
pada tahun 2004 yang lalu.
Langkah-langkahnya agar
Pakistan menjadi super power yaitu dengan adanya Pakistan mempunyai rudal dan
nuklir itu sendiri maka Pakistan bisa membantu negara-negara lain seperti iran
untuk memasok tekhnologi untuk tujuan yang damai pastinya Dan Pakistan sendiri
bisa saja membeli bahan-bahan nuklirnya ke seluruh dunia. Karena negara eropa
sendiri tahun lalu mendanai pembaruan kompleks pembuatan senjata nuklirnya dan
akan menggunakan Malaysia sebagai tempat akhir yang palsu,” kata Albright Maka
dari itu pakistan sangat bosa sekali apabila dia menjadi super power karena
banyak negara yang di untunkan oleh pakistan dengan adanya nuklir atau
tekhnologi lain,dan apabila pakistan menjadi super power maka semua negara akan
d beri bantuan dari negara pakistan seperti negara eropa dan iran.
Selain itu Republik Islam Pakistan.
Ekspor utama: produk dan pasar. investasi langsung asing (FDI). TI industri,
sektor otomotif, telekomunikasi Strategis terletak di Asia Selatan, Pakistan di
persimpangan antara Timur dan Asia Barat. Pakistan adalah negara yang
berkembang pesat telah menghadapi sejumlah tantangan di kedua bidang politik
dan ekonomi. Baru-baru ini, reformasi ekonomi luas telah menghasilkan prospek
perekonomian yang kuat dan pertumbuhan yang pesat khususnya dalam industri
pengolahan dan sektor jasa keuangan. lingkungan ekonomi makro Pakistan
dipengaruhi oleh intensifikasi perang terhadap teror dan pendalaman krisis
keuangan global yang menembus ke dalam ekonomi dalam negeri melalui rute
penurunan substansial dalam ekspor Pakistan dan pelambatan terlihat pada arus
masuk asing langsung.
Meskipun penerimaan ekspor kontraksi
lebih dari dikompensasi oleh kompresi impor besar berasal dari kecelakaan
global harga minyak mentah, kerentanan sektor eksternal membutuhkan tinjauan.
Prospek pertumbuhan ekonomi masih pesimistis permintaan impor keriput, setoran
pajak menurun, dan masuknya investasi asing dan privatisasi dibasahi. Ekspor
mulai panas menghadapi krisis keuangan global sejak Januari 2009 dan kontraksi
permintaan global telah memperburuk kontraksi ekspor. Menyaksikan pertumbuhan
ekspor fraksional negatif 0,1 persen - turun dari $ 13432000000 tahun lalu
menjadi $ 13414000000 pada bulan Juli-Maret 2008-09. Namun, ekspor turun 25,9
persen Maret 2009 atas Maret 2008 yang benar-benar hal yang mengkhawatirkan
bagi perekonomian.
Pakistan industri TI. IT dan
IT-enabled Jasa (ITES) pasar menawarkan peluang yang menguntungkan untuk
negara-negara berkembang untuk bergabung dengan barisan negara maju. Skala dan
kecepatan pertumbuhan di sektor ini lebih cepat dibandingkan dengan industri
lainnya, dan sejumlah negara-negara berkembang sedang berusaha untuk mengulangi
kesuksesan dinikmati oleh negara-negara seperti Cina, Thailand dan India.
Perbatasan Pakistan: Afghanistan, Iran, India dan Cina. Bank Pembangunan Asia -
Komisi Ekonomi dan Sosial untuk Asia dan Pasifik (ESCAP)- Asia Tengah - Bank
Pembangunan Islam. Pakistan, Bisnis, Ekonomi, Perdagangan, Luar Negeri,
Karachi, Islamabad, Lahore, Islam, Republik, Pakistan, Main, ekspor, produk,
pasar, asing langsung, investasi, FDI, industri IT, Automobile, sektor,
Telekomunikasi.
Topografi Pakistan terdiri dari
kawasan pegunungan Transhimalaya, dataran tinggi, gurun serta lembah sungai
Indus yang menjadi kawasan pertanian tersubur. Pertanian menjadi andalan
ekonomi Pakistan, selain industri ringan. Komoditas pertanian unggulannya adalah
beras, gandum dan kapas. Besarnya potensi pertanian Pakistan membuat ia sempat
mencapai swasembada pangan. Sedangkan
industri beratnya yang dinasionalisasi pada 1971, malah mengalami kebangkrutan.
Satu-satunya bahan tambang andalan hanyalah gas alam. Kondisi ini menyebabkan
perekonomian Pakistan relatif tertinggal. Apalagi sektor pertanian tak mampu
lagi memikul beban jumlah penduduk yang tinggi. Akibatnya tingkat urbanisasi
penduduk yang semula 70 persen diantaranya tinggal di desa sangat besar. Kota-kota
besar selain Islamabad seperti Karawachi, Hyderabad dan Lahore, dihiasi
pemukiman kumuh.
3.
Pendidikan
Sejak awal kemerdekaannya pada tahun
1947, Pakistan menekankan pendidikan nasional untuk merealisasikan cita-cita
pendirian republik islam Pakistan. Oleh sebab itu, Pakistan adalah Negara
Republik Islam yang mengimplementasikan ajaran agama Al-Qur’an dan Al-Hadits
dalam kehidupan modern termasuk bidang pendidikan.
Kebijakan yang ditetapkan oleh
pemerintah Pakistan yaitu kebijakan non co education sebab non co education
dipandang bertentangan dengan konsep islam, namun pendidikan untuk wanita
secara modern juga diberikan. Didirikannya lembaga The Pakistan Girls Guindes
Association (PGGA). Sejak kemerdekaan Pakistan, ia menunjukkan bahwa
pemerintahan memperhatikan pendidikan bagi kaum wanita. Lembaga ini dibentuk
sebagai proyek peningkatan pendidikan, kesehatan, dan ekonomi kaum wanita.
Sistem perjenjangan pendidikan di
Pakistan yang ada sekarang ini menganut hasil keputusan komisi pendidikan nasional tahun 1959, yaitu
pendidikan dasar, usia 6 sampai 11 tahun terdiri atas tingkat I sampai V, jadi
pendidikan dasar ditempuh selama 5 tahun. Sekolah lanjutan tingkat pertama usia
12 sampai 15 tahun, terdiri atas tingkat VI sampai VII sedangkan sekolah menengah
atas usia 16 sampai 18 tahun, terdiri atas tingkat IX dan X, jenjang ini
memiliki tiga jenis sekolah yaitu sekolah umum, sebagai persiapan pendidikan di
perguruan tinggi, sekolah kejuruan dan tehnik khusus untuk jenjang perguruan
tiggi. Sejak pemisahannya dengan India tahun 1947, Pakistan hanya memiliki satu
universitas yaitu Universitas Punjab di Lahore. Mata kuliahnya adalah agama
sebagai mata kuliah dasar umum. Setelah berdirinya Pakistan kajian tentang
islam meningkat pesat. Universitas Punjab mendirikan sebuah Departemen
Islamiyat pada tahun 1950. Setelah itu berdiri berbagai perguruan tigggi
lainnya, seperti universitas Sind, membuka fakultas sejarah dan kebudayaan
islam pada awal tahun 1950-an. Pada tahun 1963 sebuah lembaga pendidikan
didirikan lagi. Yang semula Madrasah lalu diubah menjadi Jami’ah Abasiyah.
Dalam hal kurikulumnya lembaga ini dipengaruhi oleh universitas Al-Azhar,
Mesir.
Pada tahun 1980, Islamabad didirikan
universitas islam internasional yang berupaya menyatukan sistem pendidikan
keagamaan dan umum. Sangat dimungkinkan bahwa ide munculnya universitas Islam
Internasional yang berarti Integraten curriculum yang diilhami oleh hasil
konferensi pertama sedunia tentang pendidikan islam di Makkah pada tahun 1977.
Suatu gerakan pembaharuan pendidikan
di Pakistan yang mewakili sector swasta yang dalam perkembangannya, kemudian
mempengaruhi dunia islam lainnya adalah Jamaat Islami yang didirikan oleh Sayid
Abu A’laal-Maududi pada 2 Sya’ban 1360 H, 26 Agustus 1941 M karya ilmiahnya
yang dihasilkan oleh gerakan ini yang diterbitkan dalam 22 bahasa
Internasional, seperti bahasa Urdu, Arab, Persia, Turki, Inggris, Prancis,
Jerman, Swahici India, Ramil, Bengal, dan sebagainya telah diterjemahkan dalam
bahasa Indonesia. Jamaat Islami mendasarkan gerakannya pada Al-Qur’an, Hadist
dan pola kehidupan nabi Muhammad SAW., dan Khulafaur Rasyidin
4.
Budaya
Budaya Pakistan sangat unik dalam
hal nilai-nilai sosial dan etika. Nilai-nilai adalah sesuatu yang penting
karena diberikan. Budaya ini berkisar pada agama Islam yang mengajarkan
kesetaraan di antara setiap manusia yang ada di planet ini. Pakistan budaya
sangat beragam. Hal ini telah diserang oleh banyak orang yang berbeda milik ras
yang berbeda. Orang-orang ini termasuk Hun putih Persia Arab Turki Mongol dan
berbagai kelompok Eurasia. Kelompok-kelompok ini berbeda dalam ada cara
berpakaian agama makanan . Budaya Pakistan terdiri dari budaya yang berbeda
mulai dari Punjab dan Sindhi dengan budaya suku provinsi Pakistan timur.
Sekarang ini budaya sudah sangat dipengaruhi oleh budaya sekitarnya India Asia
Tengah dan Timur Tengah bersama dengan tempat-tempat lain.
Hari ini karena globalisasi budaya
Pakistan sebagian besar dipengaruhi oleh masyarakat Barat. Pakaian tradisional
shalwar kamiz kami yang sebagian besar berbelok ke kemeja dan celana panjang.
Pengaruh utama adalah karena fakta bahwa banyak yang tinggal di luar negeri
Pakistan dan mereka datang kembali dengan perubahan ini. Banyak restoran dari
negara lain telah memulai bisnis di Pakistan dan membuat bisnis banyak di sini.
Media telah memainkan peran yang luas dalam membawa perubahan ini. Ada banyak
saluran dari berbagai negara yang bisa kita lihat hari ini. Ini adalah sesuatu
yang sampai batas tertentu positif dan negatif juga.
Positif generasi pengetahuan baru
sementara keuntungan negatif mereka tertarik untuk itu dan ingin membawanya ke
praktek. Film India dapat dilihat di sini di bioskop dan film Pakistan Pakistan
dapat dilihat di India. Hal ini positif dalam hal Hubungan Indu Muslim tapi budaya
India tidak dapat diterima di sini. Beberapa perbedaan besar terjadi. Seperti
mereka menyembah Dewa menganggap mereka sebagai batu patung. Kami percaya pada
satu Tuhan dan itu sebuah keyakinan dalam jiwa kita. Kami tidak membuat patung.
Seperti film industri kami tidak dikenal tapi kami masih membuat film
5. POLITIK
Sebelum merdeka, Pakistan menjadi
satu dengan India, yang dikenal dengan sebutan Asia Muka atau Hindia Muka.
Memperoleh kemerdekaannya dari Inggris pada tanggal 14 Agustus 1947, menjadi
negara republik Islam, dengan ibu kota Islamabad. Daerahnya meliputi sebelah
barat dan sebelah timur India, sehingga Pakistan memiliki wilayah Pakistan
Barat dan Pakistan Timur.
Karena terjadi pergolakan politik,
kemudian Pakistan Timur memisahkan diri dan menjadi negara merdeka sendiri
tahun 1971, yaitu negara Bangladesh. Saat ini Presiden dijabat oleh Mamnun
Hussain. Salah satu presiden Pakistan pernah mengalami kecelakaan fatal,
sehingga meninggal dunia, yaitu pada tanggal 17 Agustus 1988 pesawat yang
ditumpangi Presiden Mohammad Zia Ul-Haq meledak.
Pemilu tanggal 16 November 1988
mengantarkan Benazir Bhutto menjadi Perdana Menteri Pakistan. Benazir Bhutto
tercatat sebagai Perdana Menteri wanita termuda di dunia. Benazir yang artinya
"tak ada duanya", adalah putri dari Zulfikar Ali Bhutto, mantan
Perdana Menteri yang digulingkan oleh Zia Ul-Haq dan kemudian dihukum gantung..
BAB III.PENUTUP
KESIMPULAN
Nama Pakistan memiliki makna tanah
yang murni dalam bahasa Urdu maupun bahasa Persia. Nama ini dicetuskan sebagai
Pakstan oleh Choudhary Rahmat Ali, seorang tokoh gerakan Pakistan yang
menerbitkan sebuah pamflet berjudul [Now or Never]. Nama ini juga merupakan sebuah
portmanteau dari nama-nama etnis utama yang terdapat di Pakistan yaitu :
Punjab, Afgan, KashmIr, Sindh, dan Baluchistan. Mayoritas etnis yang mendiami
pakistan adalah merupaka etnis Punjabi (provinsi Punjab); Sindhi (Sindh)
Pashtun (NWFP) dan Balochi (Balochistan).
Pakistan terletak
antara 20 derajat LU - 37 derajat LU dan 66 derajat BT - 75 derajat BT.
Pakistan terletak secara strategis di antara daerah-daerah penting di Asia
Selatan, Asia Tengah, dan Timur Tengah.
Negara ini memiliki garis pantai sepanjang
1.046-kilometer (650 mil) dengan Laut Arab dan Teluk Oman di bagian selatan,
berbatasan dengan negara Afghanistan dan Iran di bagian barat, India di bagian
timur dan China di arah timur laut. Perbatasan internasional bersama antara
Pakistan dan Afghanistan disebut “Durand Line.” Batas ini didirikan pada 1893
dan panjangya sekitar 2240 kilometer. Tajikistan terletak sangat berdekatan
dengan Pakistan, namun dibatasi oleh daratan sempit yang disebut Koridor
Wakhan.
Topografi Pakistan terdiri dari kawasan
pegunungan Transhimalaya, dataran tinggi, gurun serta lembah sungai Indus yang
menjadi kawasan pertanian tersubur. Pertanian menjadi andalan ekonomi Pakistan,
selain industri ringan. Komoditas pertanian unggulannya adalah beras, gandum
dan kapas. Besarnya potensi pertanian Pakistan membuat ia sempat mencapai
swasembada pangan. Sedangkan industri
beratnya yang dinasionalisasi pada 1971, malah mengalami kebangkrutan.
Satu-satunya bahan tambang andalan hanyalah gas alam. Kondisi ini menyebabkan
perekonomian Pakistan relatif tertinggal. Apalagi sektor pertanian tak mampu
lagi memikul beban jumlah penduduk yang tinggi. Akibatnya tingkat urbanisasi
penduduk yang semula 70 persen diantaranya tinggal di desa sangat besar.
Kota-kota besar selain Islamabad seperti Karawachi, Hyderabad dan Lahore,
dihiasi pemukiman kumuh.
DAFTAR PUSTAKA
Titian Ilahi Press, 1996. Uraian
tentang makna Pakistan lebih jauh lihat dalam tesis Surwandono, , Pertumbuhan
Demokrasi di Dunia Islam: Studi Demokratisasi di Iran, dan Pakistan, (Tidak
diterbitkan), Pasca Sarjana UGM, 1999.
Wirsing, Robert G., 1994. India, Pakistan, and Kashmir
Disputes on Regional Conflict and Its
Solution. England, Mac Millan,
Tugas Makalah
NEGARA PAKISTAN
OLEH
KUSUMA
NINGRUM
1462041001
PEND.SEJARAH
UNIVERSITAS NEGERI
MAKASSAR
2015






0 komentar:
Posting Komentar