Kamis, 18 Februari 2016

makalah pakistan




BAB I.PENDAHULUAN
A.LATAR BELAKANG
Di Wilayah kawasan Asia selatan terdapat organisasi regional yang dinamakan SAARC (South Asian Association for Regional Cooperation) yang di dalam nya terdapat delapan Negara anggota yaitu Afganistan, Bangladesh, Bhutan, India, Maldives, Nepal, Pakistan dan Sri Lanka. tidak dapat di pungkiri perhatian kita akan tertuju kepada hubungan antara Negara india dan Negara Pakistan yang tidak pernah mengenal kata damai, konflik – konflik laten yang selalu mewarnai hubungan kedua Negara seringkali menimbulkan kecemasan di antara hubungan kerjasama regional dengan Negara Negara lain nya.
            Pada tahun 1947 Inggris menarik diri dari Asia Selatan dan anak benua itu pecah menjadi 2 negara, India yang mayoritas penduduknya Hindu dan Pakistan yang mayoritas Islam. Perbedaan komunal dalam perkembangannya tidak dapat diatasi oleh para pemimpin Hindu dan Muslim dari proses menuju intregasi Negara bangsa.Sejak pemisahan tersebut, konflik antara kedua komunitas ini menjelma menjadi konflik antar negara. Sehingga bentrokan senjata tidak dapat dihindari di perbatasan kedua negara. Sedangkan persoalan wilayah muncul dari proses pembagian wilayah yang tidak tuntas oleh kolonial Inggris dan mengandung persoalan yang rumit sejak terjadi pemisahan Pakistan dari India pada tahun 1947.
                        Adapun proses perang India dan Pakistan yaitu perang yang terjadi sejak bulan Agustus 1947.Peristiwa ini memiliki empat kejadian perang,tiga diantaranya merupakan perang utama dan yang satunya hanya merupakan perang kecil yang terjadi diantara keduanya.Tiap kasus perang yang terjadi penyebab utamanya yaitu wilayah Kashmir kecuali perang yang terjadi tahun 1971 yang disebabkan oleh masalah Pakistan timur.
Sejak tahun 1947 keduan negara ini memang sudah sering terjadi konflik perpecahan bahkan dikatakan sampai sekarang belum tuntas.
B.Rumusan Masalah
1.Apa yang menyebabkan terpisahnya antara  India dan Pakistan?
2.Bagaimana hubungan islam dengan Pakistan?
3.Bagaimana kondisi sosial dan ekonomi di Negara Pakistan?





BAB II.PEMBAHASAN

2.1.Terpecahnya Antara India Dan Pakistan
India dan Pakistan adalah dua Negara di asia selatan yang selalu di rundung konflik laten di antara kedu nya. konflik yang sampai sekarang belum menemukan titik temu di antara kedua nya di sebabkan oleh beberapa faktor pemicu. Diantara nya adalah oleh faktor sejarah, Anak benua India lahir dari tangan Inggris dalam satu kesatuan pada tahun 1947.
Sejak mendapat kemerdekaan dari Inggris tahun 1947, India–Pakistan telah 4 kali berperang, dimana tahun 1949 terjadi perang terbuka dikarenakan Konflik Kashmir, dan perang lainnya karena India membantu Pakistan Timur (kini bernama Bangladesh) melepaskan diri dari Islamabad. Kashmir sendiri wilayahnya tidak hanya dijadikan rebutan antara India dan Pakistan, tapi juga Cina.
Penyebab awalnya yaitu ketika India tetap mengklaim seluruh Kashmir adalah teritorinya dan Pakistan menolaknya.Kashmir sendiri merupakan simbol bagi identitas nasional India sekaligus Pakistan, menjadi kendala dalam urusan politik dalam negeri, serta kompromi bagi kedua negara sulit terwujud. Sengketa soal kashmir menjadi konflik panjang dan berlarut-berlarut antara India dan Pakistan hingga sekarang. Ia tidak saja mengganggu rekonsiliasi bagi kedua pemerinta, tetapi juga merupakan kendala tang sangat mengganggu hubungan dua komunitas, umat Islam dan Hindu, di kedua negara. Bahkan menimbulkan luka yang dalam dari pecahnya pertempuran antara India dengan Pakistan sebanyak tiga kali, yakni pada 1947-1948, 1956 dan 1971. Kendala tersebut terutama dirasakan di India, hal mana umat Islam merupakan minoritas terbesar (sekitar 140 juta orang) ditengah mayoritas komunitas Hindunyang berjumlah lebih dari 1 miliar jiwa. Kendatipun sudah terdapat organisasi SAARC (South Asian Assosiation for Regional Coorporation / Perhimpunan Bangsa Asia Selatan bagi kerjasama Regional), semacam ASEAN di kawasan Asia  Tenggara, yang lahir pada Desember 1985, tetap saja ketegangan hubungan antara India dengan Pakistan masih terasa.
Sengketa soal Kashmir yang telah berubah menjadi konflik berdarah, sesungguhnya bermula dari keputusan pemerintah kolonial Inggris untuk membagi anak Benua India menjadi dua negara merdeka, India dan Pakistan, yang terlaksana pada Agustus 1947. Keputusan itu beralasan karena tidak ada alternatif lain, sebagai akibat perbedaan garis perjuangan ideologis yang tajam antara Partai Indian National Congress/Partai Kongres (Mewakili Komunitas Hindu) dan Partai Muslim League/Liga Muslim (sebagai  wakil komunitas Muslim).
Bagi negara kepangeranan (the prince of Indian States), mereka diberi tawaran untuk memilih bergabung dengan India atau Pakistan. Di sinilah mulai timbulnya akar permasalahan konflik Kashmir. Penguasa Kashmir adalah Maharaja Hindu, sementara mayoritas rakyatnya beragama Islam. Karena dia khawatir rakyatnya akan memilih bergabung dengan Pakistan, padahal dia ingintetap berkuasa di Kashmir, maka dia memilih bergabung dengan India.
Penyebab Wilayah Kashmir diperebutkan oleh India dan Pakistan :
         faktor goegrafis. Kashmir terletak di dalam rangkaian Pegunungan Himalaya, sehingga wilayahnya bergunung-gunung dengan ketinggian antara 600 sampai 7.600 m di atas permukaan air laut. Puncak gunung Himalaya tertinggi kedua, setelah Puncak Everest, yakni Puncak Godwin Austin (tinggi 8.611 m), berada di Kashmir. Luas seluruh wilayah Kashmir sekitar 223.000 km dan berada di sebelah utara dataran Punjab. Secara geografis, wilayah Kashmir memiliki arti yang sangat strategis karena rangkaian pegunungan Kashmir membentuk pintu gerbang alami antara China, India dan Pakistan. Bagi Pakistan, wilayah Kashmir sangat vital karena beberapa sungai utama sebagai pemasuk air untuk pengairan lahan pertanian mengalir lewat Kashmir. Tiga anak Sungai Indus, yakni Jhelum, Chenab dan Ravi bermata air di Kashmir. Dengan kata lain, wilayah Kashmir bagi Pakistan adalah soal hidup dan mati. Sebab bila seluruh Kashmir di kuasai India, Pakistan khawatir suplai air di empat sungai tersebut akan dibendung dan dialirkan ke India.
         Faktor geopolitik. Bagi India adalah dengan dikuasainya Kashmir akan memungkinkan India memiliki akses terhadap wilayah strategis di bagian barat daya, di samping Kashmir menyediakan suatu rangkaian hubungan tradisional antara Asia Tengah dan Subkontinen. Hubungan India dan ketiga Negara tetangganya yang terpenting - Rusia, China, Afghanistan sangat tergantung pada luasnya wilayah Kashmir yang dapat dikuasai.

2.2.Hubungan Antara Islam Dan Awal berdirinya Pakistan
Nama Pakistan memiliki makna tanah yang murni dalam bahasa Urdu maupun bahasa Persia. Nama ini dicetuskan sebagai Pakstan oleh Choudhary Rahmat Ali, seorang tokoh gerakan Pakistan yang menerbitkan sebuah pamflet berjudul [Now or Never]. Nama ini juga merupakan sebuah portmanteau dari nama-nama etnis utama yang terdapat di Pakistan yaitu : Punjab, Afgan, KashmIr, Sindh, dan Baluchistan. Mayoritas etnis yang mendiami pakistan adalah merupaka etnis Punjabi (provinsi Punjab); Sindhi (Sindh) Pashtun (NWFP) dan Balochi (Balochistan).  Dahulu, wilayah Pakistan saat ini merupakan situs dari kebudayaan kuno seperti budaya Neolitik, Mehrgarh dan Peradaban Lembah Sungai Indus. Dan merupakan bagian dari sejarah Veda, Persia, Indo-Yunani, peradaban Islam, dinasti Turki-Mongol dan kebudayaan Sikh melalui berbagai invasi. Sebagai akibatnya, tempat ini memiliki berbagai peninggalan berbagai dinasti seperti dinasti Persia, Khalifah Ummayah, kekaisaran Maurya, kekaisaran Mongol, kesultanan Mughal, kesultanan Sikh dan terakhir Imperialisme Inggris
Pakistan (Listeni /ˈpækɪstæn/ atau Listeni /pɑːkiˈstɑːn/; bahasa Urdu: پاکِستان) (pengucapan bahasa Urdu: [paːkɪˈst̪aːn] ( simak)), secara resmi bernama Republik Islam Pakistan (bahasa Urdu: اسلامی جمہوریۂ پاکِستان) adalah sebuah negara di Asia Selatan. Negara ini memiliki garis pantai sepanjang 1.046-kilometer (650 mil) dengan Laut Arab dan Teluk Oman di bagian selatan, berbatasan dengan negara Afghanistan dan Iran di bagian barat, India di bagian timur dan China di arah timur laut. Tajikistan terletak sangat berdekatan dengan Pakistan, namun dibatasi oleh daratan sempit yang disebut Koridor Wakhan. Pakistan terletak secara strategis di antara daerah-daerah penting di Asia Selatan, Asia Tengah, dan Timur Tengah.
Dahulu, wilayah Pakistan saat ini merupakan situs dari kebudayaan kuno seperti budaya Neolitik, Mehrgarh dan Peradaban Lembah Sungai Indus. Dan merupakan bagian dari sejarah Veda, Persia, Indo-Yunani, peradaban Islam, dinasti Turki-Mongol dan kebudayaan Sikh melalui berbagai invasi. Sebagai akibatnya, tempat ini memiliki berbagai peninggalan berbagai dinasti seperti dinasti Persia, Khalifah Ummayah, kekaisaran Maurya, kekaisaran Mongol, kesultanan Mughal, kesultanan Sikh dan terakhir Imperialisme Inggris. Pakistan memperoleh kemerdekannya dari Imperialisme Inggris pada tahun 1947 setelah gerakan kemerdekaan yang dipimpin oleh Mohammad Ali Jinnah yang menginginkan negara merdeka dari bagian barat dan timur Kemaharajaan Britania Raya yang didominasi oleh Islam. Setelah mengadopsi konstitusi baru pada tahun 1956, Pakistan secara resmi menjadi negara Republik Islam. Pada tahun 1971, sebuah perang sipil terjadi di negara bagian Pakistan Timur yang akhirnya membuat negara bagian tersebut berpisah menjadi negara baru bernama Bangladesh.
Pakistan merupakan negara federal dengan sistem parlemen yang terdiri dari 4 provinsi dan 4 daerah federal. Dengan penduduk lebih dari 170 juta orang, Pakistan menjadi salah satu negara terpadat di dunia dan memiliki penduduk Muslim terbanyak di dunia setelah Indonesia. Pakistan juga merupakan negara yang memiliki multi-etnis dan memiliki variasi dari segi geografis. Di masa setelah kemerdekaan, Pakistan mengalami ketidakstabilan dalam pemerintah dan konflik yang terus terjadi dengan negara tetangga terdekatnya, India. Negara ini memiliki berbagai tantangan dan masalah, seperti kemiskinan, buta aksara, korupsi serta serangan teroris.
Berdirinya Republik Islam Pakistan tidak lepas dari peran seorang pengacara muslim Muhammad Ali Jinnah. Pada awalnya, berdirirnya Pakistan merupakan problem tersendiri, terutama dalam mencari alasan atau raison d’etre Pakistan merdeka. Apakah the founding fathers Pakistan bermaksud mendirikan Negara Islam atau tengah berupaya membangun Tanah Air bagi orang Islam? Lebih dari itu, apakah kekhawatiran sebagai warga minoritas di India yang mayoritas Hindu dapat dijadikan alasan berdirinya Pakistan merdeka.

Elan dasar pendirian "Republik Islam" ini, seperti terartikulasikan dalam gagasan pendiri-pendirinya adalah kehendak komunitas muslim --sebagai bangsa terpisah di anak benua India-- untuk membentuk negara di mana mereka mampu menerapkan ajaran Islam dan hidup selaras dengan petunjuknya.
Berbagai teori telah dimunculkan tentang alasan-alasan pokok berdirinya Pakistan sebagai sebuah negara dengan identitas Islam. Pada 23 Maret 1947 Liga Muslim India (All Indian Moslem League) mengeluarkan resolusi yang terkenal dengan nama Resolusi Pakistan. Dalam resolusi tersebut, kaum Muslim India dipimpin Muhammad Ali Jinnah, yang juga Bapak Negeri Pakistan, berjanji memperjuangkan terbentuknya negara muslim.
Pendirian Liga Muslim mengawali munculnya gerakan nasionalisme India, pada awalnya merupakan respon terhadap gerakan nasionalisme Hindu yang disuarakan Partai Kongres Nasional India. Liga Muslim didirikan oleh sekelompok intelektual Muslim India yang pada perkembangannya menuntut terbetuknya pemerintahan sendiri. Tokoh yang terkenal dari organisasi ini adalah Muhammad Ali Jinnah.
Di bawah kepemimpinan Jinnah, ide negara Pakistan semakin berkembang dan pada tahun 1940 menjadikan pembentukan Pakistan sebagai tujuan perjuangan. Tujuan itu menjadi kenyataan saat Pakistan diproklamirkan sebagai negara merdeka pada 14 Agustus 1947, dan kenyataannya, Pakistan merdeka sehari lebih cepat dari India yang dimerdekakan 15 Agustus 1947
Berdirinya Pakistan didasarkan atas realitas bahwa masyarakat muslim yang meliputi wilayah Sind, Punjab, Baluchistan, provinsi di Barat Laut dan Benggala merupakan sebuah bangsa yang berhak atas wilayah mereka sendiri. Meskipun banyak yang meragukan klaimnya sebagai sebuah bangsa, namun sesuatu yang pantas diberi nilai adalah kenyataan geografis Pakistan yang merupakan anak benua India yang nyaris lepas dari peradaban induknya, yaitu India.
Pakistan dibentuk oleh elit-elit muslim yang memobilisasi sumberdaya Muslim India Barat Laut untuk menentang kebijakan Inggris yang berseberangan dengan kepentingan kelompok muslim. Kemungkinan lainnya adalah teori Francis Robinson yang menyatakan terbentuknya Pakistan dari faktor ideologi terutama doktrin Ummah yang mendorong elit-elit muslim mengupayakan perlindungan budaya muslim dan otonomi yang lebih besar bagi kaum muslim di Provinsi Kesatuan Barat Laut dan Bengal.
Senada dengan Robinson, David Taylor mengesankan terbentuknya Pakistan sebagai ekspresi politik muslim kelas atas (elit) yang memahami kenyataan berbedanya identitas keagamaan dan sosial politik mereka dengan kekuatan-kekuatan lainnya di anak benua India.
Tuntutan kaum elit ini menurutnya selain mewakili permasalahan kaum elit Pakistan, juga didukung oleh kesadaran komunal akan pentingnya negara bagi komunitas Muslim. Selain itu ia juga menemukan fakta dalam kasus-kasus tertentu yang melibatkan massa yang menuntut pemenuhan kebutuhan asasinya sebagai orang Islam juga tidak bisa disepelekan. Artinya, dalam waktu-waktu tertentu, tuntutan elit bisa senada dengan tuntutan arus bawah muslim.
Sementara itu dengan pertanyaan yang hampir sama dengan Robinson, Karen Amstrong menilai pendirian Pakistan justru diilhami cita-cita sekuler modern. Sejak masa Aurengzeb, Muslim di India merasa sedih dan tidak aman, mereka mengkhawatirkan identitas mereka dan berkem¬bangnya kekuasaan mayoritas Hindu.
Hal ini semakin parah setelah pemisahan India dari Inggris pada tahun 194¬7 ketika kekerasan komunal memuncak di kedua belah pihak dan ribuan orang tewas. Jinnah ingin membangun arena politik yang tidak menekan atau membatasi identitas religius Muslim. Akhirnya ia mempertanyakan: “apa maknanya negara Islam yang menggunakan sebagian besar simbol-simbol Islam untuk tujuan "sekuler"?
Esposito juga berkesimpulan: “aspirasi Islam memang merupakan raison d'etre-berdirinya Pakistan, tetapi meskipun terdapat persetujuan umum mengenai pentingnya suatu tanah air Islam, namun apa yang dimaksud tidak begitu jelas. Perbedaan pandangan dan pendekatan antara kaum modernis dan tradisionalis merupakan halangan yang cukup besar, dan belum pernah diusahakan secara sistematis untuk menjelaskan ideologi Islam Pakistan dan bagaimana melaksanakan ideologi itu secara konsisten.
Dari beberapa teori ini, paling tidak yang paling memungkinkan adalah bahwa gagasan nasionalisme yang datang dari barat telah membantu mempercepat kelahiran Pakistan sebagai negara bangsa. Dalam hal ini, Badri Yatim menyebutkan, gagasan nasionalisme merupakan modal utama umat Islam dalam perjuangannya untuk mewujudkan negara merdeka, yang bebas dari pengaruh politik Barat.

2.3 Kondisi Sosial ,Ekonomi, ,Pendidikan ,Budaya Dan Politik Di Pakistan
.      1.  Sosial
Dalam tahun-tahun belakangan ini, pemerintah Pakistan tampak telah membuat langkah untuk melindungi hak-hak wanita. Melalui Pasal 25 Konstitusi, juga adopsi Konvensi Eliminasi Segala Bentuk Diskriminasi terhadap Perempuan (CEDAW) PBB 1996, pemerintah Pakistan telah menjanjikan para wanita negara itu makanan, jaminan sosial, perumahan, pendidikan, standar kehidupan yang memadai, serta kesehatan.
Tapi komitmen kebijakan ini jarang diterjemahkan ke dalam praktik, dan gagal mengubah kehidupan banyak wanita Pakistan.

Sebaliknya, para wanita ini terus menghadapi rintangan yang luar biasa. Konsekuensi yang paling merusak dari ketidak-majuan dalam setiap masyarakat adalah angka kematian yang tinggi, dan Pakistan memiliki angka kematian bayi dan ibu yang lebih tinggi dari banyak negara berkembang di Asia dan Afrika. Angka kematian ibu yang bisa dicegah adalah gejala ketidakadilan sosial yang lebih luas dari diskriminasi terhadap wanita dan pelanggaran terhadap hak-hak asasi wanita.
Wanita di Pakistan merupakan korban dari beberapa kejahatan terkeji yang bisa dibayangkan, termasuk penyiraman asam dan pembunuhan untuk kehormatan. Misalnya, di beberapa desa di Pakistan, jika seorang wanita berusaha menikah dengan keinginan sendiri dia dikatakan telah membawa aib kepada keluarganya dan dia bisa dibunuh. Tak ada pertanyaan dilontarkan, meskipun ada hukum yang melarang praktik ini.
Komisi Hak Asasi Manusia Pakistan dan sejumlah LSM telah berjuang untuk hak-hak wanita selama beberapa waktu. Dana Populasi PBB memperkirakan bahwa jumlah total korban pembunuhan untuk kehormatan di seluruh dunia per tahunnya mencapai 5000 wanita, meskipun tak ada angka resmi yang tersedia di Pakistan tentang kekerapan praktik ini.
Pakistan baru-baru ini menerapkan hukum untuk memerangi kekerasan domestik, seperti Undang-Undang Perlindungan Wanita 2006 (Amandemen Hukum Kriminal), tapi undang-undang ini hanya berbuat sedikit untuk membawa para pelaku ke pengadilan. Naheeda Mehboob Illahi, wakil pengacara umum dan pakar dalam hukum keluarga yang baru-baru ini dipromosikan sebagai hakim Pengadilan Tinggi, mengakui bahwa hukum tidak diterapkan dalam semangat yang sebenarnya, itulah sebabnya dalam banyak kasus motif tidak dibangun dan pembunuhan dianggap “kecelakaan”.
Sementara pembunuhan untuk kehormatan menarik lebih banyak perhatian di media, budaya sosial lain juga sangat mengganggu bagi wanita. Pait likkhi, yang secara harfiah berarti “tertulis di perut”, adalah salah satu budaya di mana seorang gadis dan jejaka ditunangkan sebelum mereka lahir atau sejak masih kanak-kanak. Hukum Islam, sebaliknya, menyatakan bahwa seorang suami harus mampu menafkahi istrinya dan bahwa keduanya harus menyetujui pernikahan itu tanpa paksaan.
Meskipun pada 1929, di bawah pendudukan India Inggris, Undang-Undang Pengendalian Pernikahan Anak-Anak di Bawah Umur dikeluarkan, yang melarang pernikahan anak-anak di bawah umur, budaya kesukuan dan tradisi masih tetap berlaku dan pemerintah seringkali mengabaikan hukum ini karena para tuan tanah feodal yang berpengaruh terlibat dalam praktiknya.
Swara dan Vani adalah juga tipe-tipe pernikahan anak-anak di mana perempuan-perempuan muda dipaksa menikahi anggota klan yang berbeda untuk menyelesaikan permusuhan. Baru-baru ini, pengadilan Pakistan mulai serius menangani praktik ilegal ini dan telah berupaya untuk bertindak menentang keberlanjutannya. Tapi lagi-lagi, mereka yang terlibat cenderung berkuasa baik secara sosial maupun politik.
Watta satta menciptakan masalah yang serupa. Pada saat pernikahan, kedua keluarga bertukar pengantin wanita. Agar seorang ayah dapat menikahkan putranya, dia juga harus memiliki seorang putri untuk dinikahkan dengan anggota keluarga calon mempelai wanita. Dalam praktik ini, wanita diperlakukan sebagai komoditas yang bisa dijual ketimbang sebagai manusia.
Praktik-praktik seperti ini harus dihentikan. Pertanyaannya adalah kapan dan bagaimana. Ada dua solusi terhadap rintangan yang dihadapi wanita di Pakistan, dan itu harus berasal dari mereka yang memiliki kekuasaan dan dari wanita sendiri.
Pertama, para pembuat kebijakan harus bangkit dan mengakui kenyataan yang dihadapi para wanita Pakistan dan mengambil langkah-langkah keras untuk mencegah ketidakadilan ini muncul. Kedua, mereka harus memastikan adanya hukum yang diterapkan secara sepenuhnya dan semestinya.
Lebih jauh, akses ke semua tingkat pendidikan amat penting untuk memberdayakan wanita agar berpartisipasi dalam kehidupan ekonomi, sosial dan politik dari masyarakat mereka. Pemerintah harus berkonsentrasi khusus terutama tentang pendidikan wanita.

Pendidikan adalah faktor kunci dalam kesejahteraan dan perkembangan negara manapun. Ini membuka potensi wanita, dan disertai dengan peningkatan dalam kesehatan, nutrisi dan kesejahteraan keluarga mereka, juga masa depan yang lebih cerah dan menjanjikan bagi generasi mendatang.

2.EKONOMI
Pakistan adalah negara agraris, hasil pertanian yang penting ialah beras, kapas, gula dan gandum. Industrinya belum begitu maju, namun dari industri telah dihasilkan tekstil, pupuk dan bahan-bahan kimia untuk diekspor.
Ekspor-ekspor dilakukan melalui pelabuhan laut Karachi. Nilai ekspornya pada tahun 1986 mencapai US$ 3.306 juta, sedangkan impornya mencapai US$ 5.373 juta. Pendapatan nasionalnya (1985) adalah US$ 83.500 juta.
Potensi yang paling menonjol di Negara Pakistan adalah tekhnologinya,karena pakistan telah berhasil menguji coba rudal nuklir, yang belum bisa di lakukan oleh negara manapun,seperti yang di katakan bahwa Militer Pakistan mengatakan mereka telah berhasil menguji-coba misil jarak-dekat yang mampu membawa kepala peluru nuklir. Dan Perdana Menteri Mohammedmian Soomro menyaksikan percobaan di tempat yang tidak diungkapkan. Misil Ghazanvi itu kabarnya mempunyai jarak jangkauan kira-kira 300 kilometer.  Dalam satu bulan ini, Pakistan telah menguji-coba dua misil lagi yang  mampu membawa nuklir. Dan Pakistan menyatakan diri negara nuklir 10 tahun lalu ketika negara itu melakukan percobaan nuklir sebagai tanggapan atas percobaan sebelumnya yang dilakukan saingannya India. Kedua negara, yang secara rutin melakukan percobaan misil, mempunyai sejarah hubungan yang tegang dan sudah pernah 3 kali berperang sejak tahun 1947.
Peran Negara Pakistan di kawasan dan di dunia bisa bersifat negative ban positif,bersifat negatifnya Pakistan membuat tekhnologi seperti nuklir secara illegal yang tidak ada izin dari pemerintah setempat contonya saja .Wina – Pakistan kembali membuat jalur ilegal untuk memperoleh bahan-bahan demi meningkatkan program senjata nuklirnya, meskipun upaya-upaya pemantau atom PBB untuk menutup semua jalur pengadaan bahan-bahan nuklir terus diupayakan. Para diplomat Barat yang dekat dengan penyelidikan atas penjualan gelap bahan-bahan nuklir yang dilakukan oleh Badan Tenaga Atom PBB (IAEA) mengatakan laporan-laporan mengenai aktivitas Pakistan ini cukup mengganggu semuanya dan apabila Pakistan selalu membuat senjata dengan illegal maka Pakistan menjadi sasaran dan akan terkena sanksi akibat mengembangkan program-program senjata nuklir. Pakistan tidak menandatangani Pakta Non-Proliferasi global nuklir tahun 1968. dan positifnya yaitu Negara ini berhasil menguji coba persenjataan nuklirnya pada tahun 1998 dan tetap memperoleh pengawasan ketat NSG. NSG terdiri atas negara-negara produsen nuklir termasuk yang besar seperti Amerika Serikat,
Rusia dan Cina.
Jaringan tekhnologi ini untuk memasok teknologi dan bahan nuklir ke Iran yang mengatakan program nuklirnya untuk tujuan damai. Termasuk memasok ke Libya bahan serupa, namun Khadafi kemudian menyatakan menghentikan program senjata nuklirnya yang tersembunyi itu pada tahun 2004 yang lalu.
            Langkah-langkahnya agar Pakistan menjadi super power yaitu dengan adanya Pakistan mempunyai rudal dan nuklir itu sendiri maka Pakistan bisa membantu negara-negara lain seperti iran untuk memasok tekhnologi untuk tujuan yang damai pastinya Dan Pakistan sendiri bisa saja membeli bahan-bahan nuklirnya ke seluruh dunia. Karena negara eropa sendiri tahun lalu mendanai pembaruan kompleks pembuatan senjata nuklirnya dan akan menggunakan Malaysia sebagai tempat akhir yang palsu,” kata Albright Maka dari itu pakistan sangat bosa sekali apabila dia menjadi super power karena banyak negara yang di untunkan oleh pakistan dengan adanya nuklir atau tekhnologi lain,dan apabila pakistan menjadi super power maka semua negara akan d beri bantuan dari negara pakistan seperti negara eropa dan iran.
Selain itu Republik Islam Pakistan. Ekspor utama: produk dan pasar. investasi langsung asing (FDI). TI industri, sektor otomotif, telekomunikasi Strategis terletak di Asia Selatan, Pakistan di persimpangan antara Timur dan Asia Barat. Pakistan adalah negara yang berkembang pesat telah menghadapi sejumlah tantangan di kedua bidang politik dan ekonomi. Baru-baru ini, reformasi ekonomi luas telah menghasilkan prospek perekonomian yang kuat dan pertumbuhan yang pesat khususnya dalam industri pengolahan dan sektor jasa keuangan. lingkungan ekonomi makro Pakistan dipengaruhi oleh intensifikasi perang terhadap teror dan pendalaman krisis keuangan global yang menembus ke dalam ekonomi dalam negeri melalui rute penurunan substansial dalam ekspor Pakistan dan pelambatan terlihat pada arus masuk asing langsung.
Meskipun penerimaan ekspor kontraksi lebih dari dikompensasi oleh kompresi impor besar berasal dari kecelakaan global harga minyak mentah, kerentanan sektor eksternal membutuhkan tinjauan. Prospek pertumbuhan ekonomi masih pesimistis permintaan impor keriput, setoran pajak menurun, dan masuknya investasi asing dan privatisasi dibasahi. Ekspor mulai panas menghadapi krisis keuangan global sejak Januari 2009 dan kontraksi permintaan global telah memperburuk kontraksi ekspor. Menyaksikan pertumbuhan ekspor fraksional negatif 0,1 persen - turun dari $ 13432000000 tahun lalu menjadi $ 13414000000 pada bulan Juli-Maret 2008-09. Namun, ekspor turun 25,9 persen Maret 2009 atas Maret 2008 yang benar-benar hal yang mengkhawatirkan bagi perekonomian.
Pakistan industri TI. IT dan IT-enabled Jasa (ITES) pasar menawarkan peluang yang menguntungkan untuk negara-negara berkembang untuk bergabung dengan barisan negara maju. Skala dan kecepatan pertumbuhan di sektor ini lebih cepat dibandingkan dengan industri lainnya, dan sejumlah negara-negara berkembang sedang berusaha untuk mengulangi kesuksesan dinikmati oleh negara-negara seperti Cina, Thailand dan India. Perbatasan Pakistan: Afghanistan, Iran, India dan Cina. Bank Pembangunan Asia - Komisi Ekonomi dan Sosial untuk Asia dan Pasifik (ESCAP)- Asia Tengah - Bank Pembangunan Islam. Pakistan, Bisnis, Ekonomi, Perdagangan, Luar Negeri, Karachi, Islamabad, Lahore, Islam, Republik, Pakistan, Main, ekspor, produk, pasar, asing langsung, investasi, FDI, industri IT, Automobile, sektor, Telekomunikasi.
Topografi Pakistan terdiri dari kawasan pegunungan Transhimalaya, dataran tinggi, gurun serta lembah sungai Indus yang menjadi kawasan pertanian tersubur. Pertanian menjadi andalan ekonomi Pakistan, selain industri ringan. Komoditas pertanian unggulannya adalah beras, gandum dan kapas. Besarnya potensi pertanian Pakistan membuat ia sempat mencapai swasembada pangan.  Sedangkan industri beratnya yang dinasionalisasi pada 1971, malah mengalami kebangkrutan. Satu-satunya bahan tambang andalan hanyalah gas alam. Kondisi ini menyebabkan perekonomian Pakistan relatif tertinggal. Apalagi sektor pertanian tak mampu lagi memikul beban jumlah penduduk yang tinggi. Akibatnya tingkat urbanisasi penduduk yang semula 70 persen diantaranya tinggal di desa sangat besar. Kota-kota besar selain Islamabad seperti Karawachi, Hyderabad dan Lahore, dihiasi pemukiman kumuh.

3.    Pendidikan
Sejak awal kemerdekaannya pada tahun 1947, Pakistan menekankan pendidikan nasional untuk merealisasikan cita-cita pendirian republik islam Pakistan. Oleh sebab itu, Pakistan adalah Negara Republik Islam yang mengimplementasikan ajaran agama Al-Qur’an dan Al-Hadits dalam kehidupan modern termasuk bidang pendidikan.
Kebijakan yang ditetapkan oleh pemerintah Pakistan yaitu kebijakan non co education sebab non co education dipandang bertentangan dengan konsep islam, namun pendidikan untuk wanita secara modern juga diberikan. Didirikannya lembaga The Pakistan Girls Guindes Association (PGGA). Sejak kemerdekaan Pakistan, ia menunjukkan bahwa pemerintahan memperhatikan pendidikan bagi kaum wanita. Lembaga ini dibentuk sebagai proyek peningkatan pendidikan, kesehatan, dan ekonomi kaum wanita.
Sistem perjenjangan pendidikan di Pakistan yang ada sekarang ini menganut hasil keputusan  komisi pendidikan nasional tahun 1959, yaitu pendidikan dasar, usia 6 sampai 11 tahun terdiri atas tingkat I sampai V, jadi pendidikan dasar ditempuh selama 5 tahun. Sekolah lanjutan tingkat pertama usia 12 sampai 15 tahun, terdiri atas tingkat VI sampai VII sedangkan sekolah menengah atas usia 16 sampai 18 tahun, terdiri atas tingkat IX dan X, jenjang ini memiliki tiga jenis sekolah yaitu sekolah umum, sebagai persiapan pendidikan di perguruan tinggi, sekolah kejuruan dan tehnik khusus untuk jenjang perguruan tiggi. Sejak pemisahannya dengan India tahun 1947, Pakistan hanya memiliki satu universitas yaitu Universitas Punjab di Lahore. Mata kuliahnya adalah agama sebagai mata kuliah dasar umum. Setelah berdirinya Pakistan kajian tentang islam meningkat pesat. Universitas Punjab mendirikan sebuah Departemen Islamiyat pada tahun 1950. Setelah itu berdiri berbagai perguruan tigggi lainnya, seperti universitas Sind, membuka fakultas sejarah dan kebudayaan islam pada awal tahun 1950-an. Pada tahun 1963 sebuah lembaga pendidikan didirikan lagi. Yang semula Madrasah lalu diubah menjadi Jami’ah Abasiyah. Dalam hal kurikulumnya lembaga ini dipengaruhi oleh universitas Al-Azhar, Mesir.
Pada tahun 1980, Islamabad didirikan universitas islam internasional yang berupaya menyatukan sistem pendidikan keagamaan dan umum. Sangat dimungkinkan bahwa ide munculnya universitas Islam Internasional yang berarti Integraten curriculum yang diilhami oleh hasil konferensi pertama sedunia tentang pendidikan islam di Makkah pada tahun 1977.
Suatu gerakan pembaharuan pendidikan di Pakistan yang mewakili sector swasta yang dalam perkembangannya, kemudian mempengaruhi dunia islam lainnya adalah Jamaat Islami yang didirikan oleh Sayid Abu A’laal-Maududi pada 2 Sya’ban 1360 H, 26 Agustus 1941 M karya ilmiahnya yang dihasilkan oleh gerakan ini yang diterbitkan dalam 22 bahasa Internasional, seperti bahasa Urdu, Arab, Persia, Turki, Inggris, Prancis, Jerman, Swahici India, Ramil, Bengal, dan sebagainya telah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia. Jamaat Islami mendasarkan gerakannya pada Al-Qur’an, Hadist dan pola kehidupan nabi Muhammad SAW., dan Khulafaur Rasyidin

4.    Budaya
Budaya Pakistan sangat unik dalam hal nilai-nilai sosial dan etika. Nilai-nilai adalah sesuatu yang penting karena diberikan. Budaya ini berkisar pada agama Islam yang mengajarkan kesetaraan di antara setiap manusia yang ada di planet ini. Pakistan budaya sangat beragam. Hal ini telah diserang oleh banyak orang yang berbeda milik ras yang berbeda. Orang-orang ini termasuk Hun putih Persia Arab Turki Mongol dan berbagai kelompok Eurasia. Kelompok-kelompok ini berbeda dalam ada cara berpakaian agama makanan . Budaya Pakistan terdiri dari budaya yang berbeda mulai dari Punjab dan Sindhi dengan budaya suku provinsi Pakistan timur. Sekarang ini budaya sudah sangat dipengaruhi oleh budaya sekitarnya India Asia Tengah dan Timur Tengah bersama dengan tempat-tempat lain.
Hari ini karena globalisasi budaya Pakistan sebagian besar dipengaruhi oleh masyarakat Barat. Pakaian tradisional shalwar kamiz kami yang sebagian besar berbelok ke kemeja dan celana panjang. Pengaruh utama adalah karena fakta bahwa banyak yang tinggal di luar negeri Pakistan dan mereka datang kembali dengan perubahan ini. Banyak restoran dari negara lain telah memulai bisnis di Pakistan dan membuat bisnis banyak di sini. Media telah memainkan peran yang luas dalam membawa perubahan ini. Ada banyak saluran dari berbagai negara yang bisa kita lihat hari ini. Ini adalah sesuatu yang sampai batas tertentu positif dan negatif juga.
Positif generasi pengetahuan baru sementara keuntungan negatif mereka tertarik untuk itu dan ingin membawanya ke praktek. Film India dapat dilihat di sini di bioskop dan film Pakistan Pakistan dapat dilihat di India. Hal ini positif dalam hal Hubungan Indu Muslim tapi budaya India tidak dapat diterima di sini. Beberapa perbedaan besar terjadi. Seperti mereka menyembah Dewa menganggap mereka sebagai batu patung. Kami percaya pada satu Tuhan dan itu sebuah keyakinan dalam jiwa kita. Kami tidak membuat patung. Seperti film industri kami tidak dikenal tapi kami masih membuat film

5.   POLITIK
Sebelum merdeka, Pakistan menjadi satu dengan India, yang dikenal dengan sebutan Asia Muka atau Hindia Muka. Memperoleh kemerdekaannya dari Inggris pada tanggal 14 Agustus 1947, menjadi negara republik Islam, dengan ibu kota Islamabad. Daerahnya meliputi sebelah barat dan sebelah timur India, sehingga Pakistan memiliki wilayah Pakistan Barat dan Pakistan Timur.
Karena terjadi pergolakan politik, kemudian Pakistan Timur memisahkan diri dan menjadi negara merdeka sendiri tahun 1971, yaitu negara Bangladesh. Saat ini Presiden dijabat oleh Mamnun Hussain. Salah satu presiden Pakistan pernah mengalami kecelakaan fatal, sehingga meninggal dunia, yaitu pada tanggal 17 Agustus 1988 pesawat yang ditumpangi Presiden Mohammad Zia Ul-Haq meledak.
Pemilu tanggal 16 November 1988 mengantarkan Benazir Bhutto menjadi Perdana Menteri Pakistan. Benazir Bhutto tercatat sebagai Perdana Menteri wanita termuda di dunia. Benazir yang artinya "tak ada duanya", adalah putri dari Zulfikar Ali Bhutto, mantan Perdana Menteri yang digulingkan oleh Zia Ul-Haq dan kemudian dihukum gantung..





















BAB III.PENUTUP

KESIMPULAN
Nama Pakistan memiliki makna tanah yang murni dalam bahasa Urdu maupun bahasa Persia. Nama ini dicetuskan sebagai Pakstan oleh Choudhary Rahmat Ali, seorang tokoh gerakan Pakistan yang menerbitkan sebuah pamflet berjudul [Now or Never]. Nama ini juga merupakan sebuah portmanteau dari nama-nama etnis utama yang terdapat di Pakistan yaitu : Punjab, Afgan, KashmIr, Sindh, dan Baluchistan. Mayoritas etnis yang mendiami pakistan adalah merupaka etnis Punjabi (provinsi Punjab); Sindhi (Sindh) Pashtun (NWFP) dan Balochi (Balochistan).
 Pakistan terletak antara 20 derajat LU - 37 derajat LU dan 66 derajat BT - 75 derajat BT. Pakistan terletak secara strategis di antara daerah-daerah penting di Asia Selatan, Asia Tengah, dan Timur Tengah.
Negara ini memiliki garis pantai sepanjang 1.046-kilometer (650 mil) dengan Laut Arab dan Teluk Oman di bagian selatan, berbatasan dengan negara Afghanistan dan Iran di bagian barat, India di bagian timur dan China di arah timur laut. Perbatasan internasional bersama antara Pakistan dan Afghanistan disebut “Durand Line.” Batas ini didirikan pada 1893 dan panjangya sekitar 2240 kilometer. Tajikistan terletak sangat berdekatan dengan Pakistan, namun dibatasi oleh daratan sempit yang disebut Koridor Wakhan.
Topografi Pakistan terdiri dari kawasan pegunungan Transhimalaya, dataran tinggi, gurun serta lembah sungai Indus yang menjadi kawasan pertanian tersubur. Pertanian menjadi andalan ekonomi Pakistan, selain industri ringan. Komoditas pertanian unggulannya adalah beras, gandum dan kapas. Besarnya potensi pertanian Pakistan membuat ia sempat mencapai swasembada pangan.  Sedangkan industri beratnya yang dinasionalisasi pada 1971, malah mengalami kebangkrutan. Satu-satunya bahan tambang andalan hanyalah gas alam. Kondisi ini menyebabkan perekonomian Pakistan relatif tertinggal. Apalagi sektor pertanian tak mampu lagi memikul beban jumlah penduduk yang tinggi. Akibatnya tingkat urbanisasi penduduk yang semula 70 persen diantaranya tinggal di desa sangat besar. Kota-kota besar selain Islamabad seperti Karawachi, Hyderabad dan Lahore, dihiasi pemukiman kumuh.










DAFTAR PUSTAKA

Titian Ilahi Press, 1996. Uraian tentang makna Pakistan lebih jauh lihat dalam tesis Surwandono, , Pertumbuhan Demokrasi di Dunia Islam: Studi Demokratisasi di Iran, dan Pakistan, (Tidak diterbitkan), Pasca Sarjana UGM, 1999.

 Wirsing, Robert G., 1994. India, Pakistan, and Kashmir Disputes on Regional Conflict and Its
Solution. England, Mac Millan,

























Tugas Makalah

NEGARA PAKISTAN


OLEH

KUSUMA NINGRUM
1462041001
PEND.SEJARAH




UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR
2015

0 komentar:

Posting Komentar